Rauhanda Riyantama
Gabriel Barbosa saat memperkuat Inter Milan. (GIUSEPPE CACACE / AFP)

Bolatimes.com - Brasil kerap melahirkan pemain berbakat di setiap generasinya. Meski banyak yang berbakat, banyak pula yang gagal memenuhi ekspektasi seketika bermain di level tertinggi.

Setiap tahunnya, selalu muncul nama-nama calon bintang baru dari Brasil, terutama di kompetisi dalam negeri yang membuat banyak klub-klub top Eropa tergiur untuk memboyong mereka.

Alasan klub-klub Eropa memboyong mereka tentu dengan harapan agar mereka bisa membuktikan diri dan menjadi salah satu wonderkid terbaik di masa mendatang.

Baca Juga:
Bentuknya Jumbo, Hadiah Aurel Hermansyah untuk Anak Baim Wong Jadi Sorotan

Sebagian banyak yang akhirnya bisa berbicara banyak dan konsisten di level teratas Eropa seperti Neymar, Vinicius Jr, Richarlison, dan deretan pemain lainnya.

Namun, tak sedikit pula yang pada akhirnya gagal kendati semasa muda mendapat label wonderkid yang bakal jadi bintang masa depan sepak bola.

Kira-kira, siapa saja wonderkid Brasil yang gagal taklukan Eropa? Berikut rangkumannya yang dikutip dari berbagai sumber.

Baca Juga:
Dendam Kesumat, Miralem Pjanic Ngomong Gini usai Ronald Koeman Dipecat

1. Gabriel Barbosa

Gabriel Barbosa saat memperkuat Inter Milan. (GIUSEPPE CACACE / AFP)

Gabriel Barbosa atau Gabigol merupakan salah satu penyerang muda yang dicap bakal jadi tumpuan Brasil di masa mendatang saat ia muncul bersama Santos.

Hal tersebut membuat Inter Milan memboyongnya pada 2016 atau saat usianya 20 tahun. Sayangnya, kepindahan ini tak berjalan mulus hingga akhirnya di tahun 2020 ia resmi kembali ke Brasil dan membela Flamengo.

Baca Juga:
Di Balik Filosofi Tiki-TaQatar Xavi Hernandez yang Bikin Barcelona Kepincut

2. Paulo Henrique Ganso

Paulo Henrique Ganso saat bermain untuk Sevilla. (CRISTINA QUICLER / AFP)

Selain Neymar, Brasil dulu punya wonderkid lainnya bernama Paulo Henrique Ganso. Keduanya bahkan bermain bersama di Santos dan diprediksi bakal jadi tumpuan Brasil di masa mendatang.

Namun, Neymar terlebih dahulu hijrah ke Eropa. Ganso pun menyusul pada 2016 ke Sevilla. Sayangnya, peruntungan Ganso tak sebaik Neymar. Ia gagal tampil cemerlang dan lebih banyak dipinjamkan.

Baca Juga:
Link Live Streaming French Open 2021 Hari Ini: 6 Wakil Indonesia Beraksi

3. Lucas Piazon

Lucas Piazon. (ALFREDO ESTRELLA / AFP)

Saat Brasil tengah mencari penerus Kaka, muncul nama Lucas Piazon yang tampil apik di Piala Dunia U-17. Penampilannya tersebut membuatnya diboyong oleh Chelsea pada 2011.

Datang di usia muda, Lucas Piazon hanya mampu bermain di akademi dan lebih banyak dipinjamkan selama hampir satu dekade. Hingga akhirnya kini di usia 27 tahun ia memutuskan pergi dari Chelsea dan bermain di Braga.

4. Keirrison

Keirrison saat diperkenalkan sebagai pemain Barcelona. (LLUIS GENE / AFP)

Jauh sebelum mendatangkan Neymar, Barcelona pernah mendatangkan wonderkid Brasil lainnya bernama Keirrison pada 2009 dengan mahar besar, 14 juta euro.

Namun kedatangannya bertentangan dengan keinginan Pep Guardiola. Alhasil, Keirrison hanya dipinjamkan tanpa sekalipun bermain bagi Blaugrana.

5. Caio Ribeiro

Tak hanya Gabigol saja, Inter Milan sebelumnya pernah menelan pil pahit karena gagal bersinarnya Caio Ribeiro yang diboyong pada 1995 dengan mahar 7,5 juta euro.

Ribeiro merupakan penyerang berbakat Brasil yang tampil apik di musim debutnya bersama Sao Paulo. Sayang status dan performa itu tak ia lanjutkan di Italia.

6. Jo

Jo saat berseragam Manchester City. (GIUSEPPE CACACE / AFP)

Saat awal-awal Manchester City menjadi klub kaya raya, The Citizens mendatangkan bakat emas dari Brasil bernama Jo.

Jo datang dengan mahar 19 juta poundsterling pada 2008 berkat penampilannya bersama CSKA Moscow. Sayang, mahar besar itu tak sebanding dengan kualitasnya yang buruk kala membela Man City.

7. Denilson

Denilson. (LLUIS GENE / AFP)

Pada tahun 1998, Real Betis membuat gebrakan dengan mendatangkan Denilson muda dengan mahar fantastis yakni 21,5 juta poundsterling dan diikat dengan kontrak 10 tahun dengan harapan ia akan menjadi bintang besar.

Namun yang terjadi, Real Betis harus degradasi di musim debut Denilson. Bahkan saat kembali ke La Liga, pemain Brasil itu tak berkontribusi banyak hingga dilepas 4 tahun kemudian.

8. Alipio

Alipio saat berkostum Real Madrid. (Twitter/@vcselembra_ecv)

Pada tahun 2008, Real Madrid dihadapkan pada dua pilihan yakni mendatangkan Philippe Coutinho atau Alipio. Tak disangka Los Blancos menjatuhkan pilihan ke nama terakhir karena Alipio saat itu tampil lebih impresif.

Namun garis nasib membawa Coutinho terbang tinggi. Sedangkan Alipio gagal bersaing dengan deretan bintang papan atas di tim utama Real Madrid.

Kontributor: Zulfikar Pamungkas Indrawijaya
Load More