Stephanus Aranditio | Irwan Febri Rialdi
Neymar. (Sumber: Twitter/@LiveWorldNews18)

Bolatimes.com - Pemain Brasil, Neymar Jr menjadi sasaran empuk pada laga kontra Swiss di Grup E Piala Dunia 2018, Senin (18/6/2018). Dihelat di Rostov Arena, pemain PSG itu terus menerus dilanggar sampai 10 kali.

Sadar betul akan talenta Neymar, Swiss tak ingin membiarkan mantan pemain Barcelona itu bergerak leluasa. Terlihat, kerap ada 1-2 pemain yang menarik, menekel hingga mengadu badan untuk menyulitkan Neymar. Pelanggaran pun tercatatkan sebanyak 10 kali, khusus untuk pemain 26 tahun itu.

Dan hasilnya cukup efektif. Pada laga yang berkesudahan 1-1 itu Neymar tak mampu mencetak gol. Dari empat sepakan yang dilesatkan ke gawang Swiss hanya dua yang mengarah ke gawang. Selain itu, kocekannya pun hanya mampu meloloskan dirinya sebanyak lima kali dari kawalan pemain Swiss.

Baca Juga:
Jadwal Piala Dunia Hari Ini: Swedia, Inggris, dan Belgia

Menganggapi pelanggaran yang terus diarahkan kepadanya, Neymar mengaku tak masalah. Ia menilai hal tersebut sangat wajar terjadi dalam sebuah sepak bola. Walupun diakuinya sempat merasakan sakit.

"Saya diganjal dan sempat merasa sakit, tapi tak ada yang perlu dikhawatirkan. Setelah tubuh Anda dingin, akan ada sedikit rasa sakit tapi semua baik," kata Neymar, dikutip Bolatimes.com dari ESPN.

Baca Juga:
6 Pemain Indonesia yang Pernah Dikartu Alireza Faghani

"Tak ada yang mau saya bicarakan soal itu. Apa yang saya lakukan hanya bermain sepakbola. Adalah wasit yang memiliki tugas melihat itu. Saya pikir itu adalah normal (dilanggar secara rutin). Kita memang harus memberi perhatian, tapi itu adalah hal yang normal dalam sepak bola," tuturnya menambahkan.

Apa yang didapatkan Neymar di laga tersebut seolah mengulang apa yang pernah dirasakan legenda Inggris, Alan Shearer. Mantan pemain Newcastle itu juga pernah dilanggar bahkan sebanyak 11 ketika menghadapi Tunisa pada 15 Juni 1998.

Kendati sedikit kalah banyak dari Alan, jumlah pelanggaran yang didapat Neymar juga yang terbanyak sepanjang sejarah.

Baca Juga:
Kisah Halldorsson, Kiper Islandia yang 9 Tahun Jadi Sutradara


Bolatimes.com/Irwan Febri Rialdi

Load More