bolatimes.com - Gaya menimang bayi, menembak, menari, hingga menyampaikan pesan khusus lewat kaus menjadi beberapa gaya andalan beberapa pesepak bola saat merayakan gol ke gawang lawan. Empat hari lagi, jutaan pasang mata akan tertuju ke Rusia untuk deretan selebrasi gol para pemain yang berlaga di Piala Dunia 2018.
Berikut Bolatimes merangkum 3 selebrasi paling emosional sepanjang sejarah Piala Dunia:
Tentu masih kita masih ingat selebrasi emosional dari pahlawan tim nasional Spanyol, Andres Iniesta saat menjebol gawang Belanda pada menit ke-116 di final Piala Dunia 2010.
Gelandang yang kini bermain di klub Liga Jepang, Vissel Kobe tersebut dengan emosional melepaskan jerseynya dan menunjukkan pesan dalam sebuah kaus putih yang bertuliskan "Dani Jarque siempre con nosotros" ("Dani Jarque, selalu bersama kita" -red) kepada puluhan ribu penonton di First National Bank Stadium, Johannesburg, Afrika Selatan.
Sebuah pesan istimewa kepada rekannya Dani Jarque yang meninggal pada 2009. nbsp;semata wayang Iniesta tersebut berhasil mengantarkan skuat La Furia Roja mengawinkan gelar Piala Eropa 2008 dengan Piala Dunia 2010.
2. Diego Maradona
Pada Piala Dunia 1994, Yunani jadi korban keganasan sang legenda Argentina, Diego Armando Maradona. Skema umpan pendek dari kaki ke kaki berhasil ia konversi menjadi gol dengan tendangan keras kaki kiri dari luar kotak penalti pada menit ke-60.
Dengan mata melotot, mulut berteriak kencang dan pupil yang membesar tergambar jelas di depan kamera, selebrasi ini kemudian memancing kecurigaan banyak pihak yang menuding Maradona menggunakan obat terlarang. Jelas saja ketika diuji, darah Maradona mengandung doping efedrin yang membantunya tampil tak kenal lelah sepanjang pertandingan.
Dari situ, ia kemudian dicoret dari tim Argentina oleh FIFA dan dipulangkan setelah melawan Nigeria di pertandingan kedua.
3. Robie Keane
Setelah mencetak gol yang sensasional ke gawang Jerman saat membela Republik Irlandia pada pertandingan kedua fase grup E Piala Dunia 2002, Robbie Keane merayakannya dengan sangat emosional.
Robbie Keane merayakannya dengan lari menuju bendera sepak pojok, melakukan salto beberapa kali lalu diakhiri dengan gerakan menembakkan busur dan anak panah langsung ke kamera layaknya tokoh Robin Hood.
itu berhasil membuatnya jadi pahlawan Irlandia setelah menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke 90+2, hasil itu membuka asa Irlandia untuk lolos ke fase gugur setelah sebelumnya hanya bermain imbang dengan Kamerun.
Benar saja, Irlandia menutup grup E dengan kemenangan 3-0 atas Arab Saudi dan lolos sebagai runner-up dengan koleksi lima poin. Namun, selebrasi Keane tak bertahan lama, Irlandia gagal melaju ke babak perempat final setelah kalah adu penalti dengan Spanyol di babak 16 besar.
Terpopuler
-
Penyelamatan Gemilang Maarten Paes Raih Pujian dari Ajax Amsterdam
-
Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
-
Calvin Verdonk Cetak Sejarah Baru Dalam Skuad Liga Champions Eropa
-
Alasan Mees Hilgers Belum Diturunkan SC Heerenveen di Eredivisie
-
Piala Dunia Wanita 2035 Jadi Fokus Utama Pembinaan MLSC di Semarang
Terkini
-
Piala Dunia Wanita 2035 Jadi Fokus Utama Pembinaan MLSC di Semarang
-
Mengintip Kekuatan Skuat Timor Leste Jelang Laga Kontra Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
-
Kapan Piala Super Eropa 2025? PSG Bidik Trofi Pertama, Tottenham Siap Bikin Kejutan
-
Pemain Keturunan Indonesia Debut Bersama Ajax, Legenda Belanda Ini Dongkol
-
Rahasia Gaji Ronaldinho di Barca Legends Dibongkar Eks Rekan Patrick Kluivert