Husna Rahmayunita
Pelatih Ganda Putri Indonesia, Chafidz Yusuf (instagram)

Bolatimes.com - Penggemar bulu tangkis dikejutkan dengan hengkangnya asisten pelatih ganda putri pelatnas PBSI, Chafidz Yusuf.

Chafidz Yusuf merupakan pelatih ganda putri Indonesia seperti Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto.

Melalui akun Instagram pribadinya, Senin (24/1/2022), Chafidz Yusuf mengumumkan pengunduran dirinya sekaligus pamit kepada pencinta badminton Tanah Air.

Baca Juga:
Pemain Timnas Putri Indonesia Sempat Stres Baca Komentar-komentar Netizen

"Terhitung hari ini (Senin) saya harus menerima keputusan yang hanya sampe di sini, sehingga saya harus undur diri. Sebagai seorang Muslim saya hanya bisa bersabar dan menerima semua ini," ujar Chafidz.

Dia juga berterima kasih kepada Eng Hian selaku pelatih kepala ganda putri dan kepada para pebulu tangkis lainnya.

"I just wanna say thanks to bro enghian,mas ari,greys,apri,ribka,fadia and semua pemain ganda putra ganda putri atas kepercayaan dan kebersamaan yangg diberikan kepada saya selama ini..juga thanks to badminton lovers yangg dimana kita bs saling berbagi rasa," imbuhnya.

Baca Juga:
Karim Konate, Bocah 17 tahun yang Masuk Skuat Pantai Gading di Piala Afrika

Greysia Polii dan asisten pelatih ganda putri pelatnas PBSI, Chafidz Yusuf. [Instagram/@greyspolii]

Unggahan itu seketika mengundang kehebohan di media sosial. Banyak yang mempertanyakan alasan pengunduran diri Chafidz Yusuf.

Jejak Chafidz Yusuf

Nama Chafidz adalah sosok penting di bulu tangkis Indonesia. Dari tangan dinginnya lahir sejumlah pebulu tangkis elite yang mampu menorehkan prestasi mendunia.

Baca Juga:
Fani Supriyanto, Kiper Timnas Putri Indonesia yang Pernah Jadi Pemain Voli

Pria kelahiran Solo, 6 Desember 1962 itu juga merupakan salah satu sosok yang melahirkan ganda putra nomor satu dunia saat ini, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon (Minions). Tepatnya, pada 2015 ketika Chafidz mengisi struktur kepelatihan ganda putra.

Chafidz memulai karier sebagai pelatih bersama Perkumpulan Bulu Tangkis (PB) Djarum pada 1989. Setelah itu, kariernya moncer dengan sukses membawa sejumlah pemain meraih prestasi tertinggi setelah bergabung bersama skuad pelatnas pada 2003.

Termoncer, ia mengantarkan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu meraig medali emas Olimpiade Tokyo 2020, demkian dimuat Antara.

Baca Juga:
Banyak Versi, Berapa Sebenarnya Usia Bintang Timor Leste Gali Freitas?

Load More