Selasa, 30 November 2021
Arif Budi Setyanto : Minggu, 08 Agustus 2021 | 13:00 WIB

Bolatimes.com - Sosok pelatih di balik keberhasilan Greysia Polii/Apriyani Rahayu meraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020, Eng Hian belum lama ini meluruskan kabar soal agama yang dianutnya.

Nama Eng Hian ikut menjadi sorotan publik usai berhasil membantu ganda putri Indonesia Greysia/Apriyani berhasil mencetak sejarah dengan meraih emas di Olimpiade Tokyo 2020.

Beberapa informasi terkait kisah hidup Eng Hian pun mencuat ke publik, seperti dirinya nyaris diganti dari posisi pelatih pada 2016 silam. Hal tersebut disebutkan oleh legenda bulu tangkis Indonesia, Hariyanto Arbi.

Meski begitu, ada satu kabar yang nampaknya mengusik benak Eng Hian, yaitu yang menyebut pelatih Greysia/Apriyani tersebut memeluk agama Budha.

"Greysia Polii: Kristen, Apriyani Rahayu: Islam, Coach Eng Hian: Budha. Bukti ketika kita bersatu padu di bawah Merah Putih hasilnya kejayaan Indonesia," sebuah tulisan yang beredar di sebuah video TikTok.

Tak mau kabar salah itu beredar luas, Eng Hian pun memberikan klarifikasi. Melalui Instagram Stories-nya, Eng Hian kemudian meluruskan kabar yang beredar itu salah.

Video klarifikasi Eng Hian itu kemudian diunggah ulang oleh akun Instagram @gantungraketcom dan menjadi sorotan para netizen.

"Saya Eng Hian ingin meluruskan berita yang beredar saat ini tentang agama saya. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada agama dan pemeluk agama Budha, bahwa agama saya adalah Kristen Protestan. Terima kasih atas perhatian dan pengertiannya," ucap Eng Hian.

Sementara itu, sebelum menjadi pelatih karier Eng Hian sebagai pemain melejit pada 2003 hingga 2007. Saat itu dia sebagai ganda putra Indonesia yang berpasangan dengan sederet pemain ternama.

Semasa kariernya, Eng Hian berpasangan dengan Flandy Limpele. Sosoknya sempat menuai kontroversi setelah memilih untuk membela Inggris medio 2001-2003, meskipun pada akhirnya kembali ke Tanah Air.

Prestasi terbaik Eng Hian yang ditorehkan untuk Indonesia sebagai pemain adalah medali perunggu Olimpiade 2004 bersama Flandy Limpele. Sebelum menjadi pelatih ganda putri Indonesia, Eng Hian sempat menjadi pelatih tim Singapura.

Kemudian pada 2014, Eng Hian ditunjuk PBSI sebagai pelatih ganda putri Indonesia untuk Pelatnas Cipayung, tepatnya pada Maret. Tujuh tahun berjuang mengatasi permasalahan di nomor ganda putri Indonesia, buah manis hasil perjuangannya didapat di Olimpiade Tokyo 2020 dengan emas dari Greysia/Apriyani.

BACA SELANJUTNYA

Ambisi Sabet Gelar, Greysia/Apriyani ke Perempat Final Indonesia Open 2021