Irwan Febri Rialdi
Komisaris Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Juni Ardianto Rahman (tengah) didampingi Direktur Operasional LIB Sudjarno (kedua dari kiri), Komisaris LIB Leonardus JP Siegers (kiri), Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi (kedua dari kanan) dan Direktur Keuangan LIB Anthony Chandra (kanan) memberikan keterangan mengenai hasil pertemuan LIB dengan para pemilik klub Liga 1 Indonesia 2022-2023 di Jakarta, Jumat (4/11/2022). (ANTARA/Michael Siahaan)

Bolatimes.com - PT Liga Indonesia Baru (LIB) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) luar biasa yang digelar pada 15 November 2022 di Jakarta. Namun, jabatan apa saja yang akan diganti masih belum jelas.

Direktur Operasional LIB Sudjarno, menyebut semua tergantung pada pemegang saham.

"Agenda perubahan komposisi komisaris dan direksi itu tergantung pada pemegang saham," ujar Sudjarno seusai pertemuan LIB dengan pemilik klub Liga 1 Indonesia di Jakarta, Jumat.

Menurut Sudjarno, pembahasan tersebut masuk dalam pembicaraan dengan pemegang saham LIB, yakni 18 klub Liga 1 dan PSSI, lantaran Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita menjadi tersangka tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, yang menewaskan 135 orang dan melukai ratusan lainnya.

Nantinya, Kapolda Lampung 2016-2017 itu melanjutkan, para pemegang sahamlah yang menentukan apakah hanya akan mengganti direktur utama saja atau mengganti seluruh direktur beserta para komisaris.

Sementara itu, Komisaris PT LIB Leonardus JP Siegers mengatakan bahwa pihaknya memberikan waktu 4-11 November 2022 kepada pemegang saham untuk memberikan nama-nama direksi atau komisaris baru.

"Setelah itu, kami tampung dahulu, baru dibicarakan. Jadi nanti di RUPS tinggal didiskusikan," kata Leonardus.

Selain soal direksi-komisaris baru, RUPS luar biasa LIB nantinya akan membahas laporan keuangan LIB per Oktober 2022.

Materi lain yang dibicarakan yaitu tentang kelanjutan dan sistem kompetisi, lalu perencanaan pendanaannya, misalnya soal subsidi untuk klub andai penundaan kompetisi masih lama.

"Subsidi itu akan menjadi bagian dari opsi yang akan dibahas dalam RUPS," tutur Sudjarno.

(Antara)

Load More