Sabtu, 29 Januari 2022
Husna Rahmayunita : Selasa, 26 Oktober 2021 | 18:30 WIB

Aktifkan Notifikasimu

Jadilah yang pertama menerima update berita penting dan informasi menarik lainnya.

Bolatimes.com - Nama Amiruddin Bagus Kahfi menjadi salah satu dalam sorotan jelang duel Timnas Indonesia U-23 melawan Australia dalam fase Grup G Kualifikasi Piala Asia U-23 2022.

Timnas Indonesia u-23 bakal menjalani ujian penting di Kualifikasi Piala Asia U-23 2022, Bagus Kahfi jadi andalan lini serang tim.

Pasalnya lawan yang bakal dihadapi bukanlah tim ecek-ecek, melainkan tim kuat penguasa Asia Timur, Timnas Australia U-23.

Saat ini Bagus Kahfi digadang-gadang sebagai salah satu pemain yang bisa mengacak-ngacak lini pertahanan Australia dan mempersembahkan kemenangan.

Sebagai pembuktian kualitas setelah dipercaya pelatih berkualitas Piala Dunia asal Korea Selatan, Shin Tae-yong.

Terlepas dari itu, karier menanjak Bagus Kahfi sebagai seorang striker ternyata tak lepas dari ketidaksengajaan yang dilakukan pelatihnya terdahulu.

Pesepak bola Indonesia U-19 Amiruddin Bagus Kahfi (tengah) melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang China U-19 saat laga uji coba di Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (17/10/2019). ANTARA FOTO/Zabur Karuru

Diungkapkan oleh Fakhri Husaini selaku mantan pelatih Bagus di Timnas Indonesia U-16, ia salah menempatkan pemain untuk posisi striker di timnya.

Fakhri menilai jika Bagus adalah Amiruddin Bagas Kaffa yang merupakan saudara sang pemain, dan berposisi asli sebagai striker.

Hal itu menjadi keuntungan bagi Fakhri, karena dua saudara kembar itu mampu bermain di lebih dari dua posisi untuk tim asuhannya.

"Saya salah pilih, yang Bagas dulu striker, yang Bagus pemain belakang. Di latihan Bagus saya pindah sebagai striker," ucap Fakhri.

Bagus Kahfi. (Dok. FC Utrecht)

"Mau tidak mau mereka menyesuaikan dengan posisinya. Tetapi ini suatu keuntungan buat saya, akhirnya mereka bisa bermain di dua bahkan tiga posisi.

"Bagas sekarang bisa bermain di bek kanan, agas juga bisa bermain di striker. Jadi saya punya dua pemain ini sama dengan punya lima pemain," imbuhnya.

Laga melawan Australia nanti juga merupakan ajang pembuktian bagi Bagus, yang sejak lama telah diramalkan Fakhri Husaini sebagai pemain masa depan Indonesia.

"Ini salah satu pemain potensial yang dimiliki oleh Indonesia, di usia mereka di bawah 16 tahun," ujar Fakhri.

"Mereka punya pengalaman internasional yang bagus,cukup banyak. Mereka bergabung dengan Chelsea Soccer School.

"Sampai sekarang saya sulit membedakan, pokoknya yang saya panggil Bagus saja, nanti kalau saya butuh Bagas, yang saya panggil Bagus, yang gak jawab itu Bagas," pungkasnya.

Kontributor: Eko

BACA SELANJUTNYA

Irfan Jaya Ungkap Pesan Shin Tae-yong Jelang Hadapi Timor Leste