Galih Priatmojo | Irwan Febri Rialdi
Para pendukung Arema FC (sumber: Simamaung.com)

Bolatimes.com - Sebuah insiden tidak terpuji tercipta pada laga Arema FC kontra Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (16/4/2018).

Pada pertandingan yang berakhir 2-2 itu, suporter tuan rumah, Aremania beramai-ramai memasuki lapangan.

Bahkan, pelatih Persib Bandung, Mario Gomez menjadi korban dengan luka di kepala.

Insiden ini menjadi ironi tersendiri bagi sepak bola Indonesia yang tengah mencoba bangkit. Terlebih, nama Indonesia baru saja terangkat di benua Asia berkat aksi salah satu suporter Persija Jakarta yang disebut The Jakmania.

Dukungan heroik The Jakmania saat Persija Jakarta menjamu Johor Darul Takzim pada lanjutan Piala AFC 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Selasa (10/4/2018), mencatatkan rekor baru di ajang tersebut.

Sebanyak 60.157 pasang mata tercatat menghadiri SUGBK. Jumlah tersebut memecahkan rekor tertinggi yang sempat tercipta di final Piala AFC 2010 yang dihadiri 58.604 pasang mata.

Berkat dukungan positif dari The Jakmania, Persija Jakarta pun turut mendapat pujian dari Sekretaris Jenderal AFC, Dato Windsor John.

“Catatan ini menunjukkan minat yang semakin meningkat dan daya tarik yang luas dari kompetisi AFC. Saya mengucapkan selamat kepada Persija Jakarta dan saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada semua klub dan Asosiasi Anggota kami atas komitmen mereka untuk meningkatkan Piala AFC," ujar Dato Windsor John, dikutip Bolatimes.com dari The-AFC.com.

“Sangat mengesankan pencapaian ini dicapai dalam babak grup Piala AFC dan saya yakin, karena kami bekerja sama dengan Asosiasi anggota kami. Kami akan terus menyaksikan pertandingan yang lebih menegangkan, yang akan melibatkan dan membangkitkan semangat para penggemar kompetisi berkembang menjadi babak sistem gugur, ” lanjutnya.

Tak hanya itu, seorang jurnalis dari salah satu media ternama Asia, John Duerden turut terkagum atas antusiasme The Jakmania.

Ia juga turut menyoroti dukungan untuk Persija Jakarta selalu meningkat sejak awal pertandingan AFC.

"49.000 datang ke Gelora Bung Karno untuk kemenangan pembukaan melawan Tampines Rovers Singapura. Ada 46.000 untuk kunjungan Song Lam Nghe An," tulis John Duerden.

"Pada hari Selasa, datang yang besar dengan kunjungan kelompok besar Malaysia Johor Darul Ta'zim . Untuk pertama kalinya, lebih dari 60.000 penggemar menghadiri pertandingan Piala AFC."

Lebih lanjut, John bahkan turut menyampaikan bahwa Indonesia layak menjadi bahan permberitaan yang poditif di dunia internasional.

"Indonesia layak menjadi berita utama internasional untuk sesuatu yang positif. Dan itulah yang terjadi minggu ini berkat Persija Jakarta. Itu hanya menunjukkan potensi yang ada di negara ini. Bayangkan saja apa yang akan terjadi jika ada keberhasilan internasional bagi negara untuk merayakan. Suatu hari nanti dunia akan melihat," tulis John.

Namun, pujian-pujian yang datang dari Internasional seolah terbantahkan sendiri oleh masyarakat Indonesia di laga Arema FC kontra Persib Bandung.

Insiden yang begitu ironi ketika nama Indonesia baru saja dipuja-puja dan digadang akan semakin membaik di pentas dunia.

Sejatinya, Aremania bukanlah suporter anarki. Mereka di masa lalu justru terkenal dengan suporter fanatik yang bersikap positif.

Beberapa penghargaan pun sempat disematkan untuk Aremania, salah satunya suporter terbaik di Piala Jendral Sudirman 2016 dan dihadiahi nominal 100 juta rupiah.

Kini, Arema FC memang tengah terpuruk dengan tak pernah menang dalam empat pertandingan terakhir. Klub berjuluk Singo Edan itu pun masih tertahan di dasar klasemen sementara LIga 1 musim 2018.  

Dukungan yang lebih positif dirasa akan memberikan dampak lebih baik untuk tim seperti yang telah dilakukan para pendukung tetangga.

Semangat Aremania!

Bolatimes.com/Irwn Febri Rialdi

Load More