Bolatimes.com - Pelatih AS Roma, Jose Mourinho, optimis anak asuhnya bisa tampil lebih baik di ajang Liga Europa setelah menelan kekalahan 1-2 dari Ludogorets pada pertandingan Grup C di Stadion Huvepharma Arena, Razgard, Bulgaria, Jumat dini hari WIB.
Dikutip dari Football Italia, Jumat, Mourinho menjelaskan timnya masih memiliki lima pertandingan di fase grup dan mereka berambisi mengamankan kemenangan pada laga kedua Liga Europa, pekan depan.
"Untungnya ini adalah fase grup dan bukan fase gugur, kami masih memiliki lima pertandingan setelah ini untuk pulih. Menang selalu menjadi yang utama untuk menempatkan Anda di posisi yang bagus, tapi sekarang malah ada tekanan. Pekan depan kami tentu saja harus mengambil poin dari pertandingan kandang," terang Mourinho.
Soal jalannya pertandingan, pelatih asal Portugal itu menjelaskan timnya tidak memainkan pertandingan yang jelek, namun tidak cukup untuk menyelamatkan diri dari kekalahan.
"Saya tidak mau untuk mengatakan kami memainkan pertandingan yang fantastis, karena itu tidak benar, tapi itu terlihat lebih dari cukup untuk menghindari kekalahan," ujar Mourinho.
"Kami memiliki kesempatan mencetak gol. Lalu setelah gol mereka, 15 menit terakhir menjadi sulit. Itu adalah reaksi yang kuat, kami mendapatkan gol penyeimbang, lalu mereka mencetak gol lagi. Itu terasa semuanya seperti menjadi salah saat ini," sambungnya.
Pada pertandingan ini, sebenarnya AS Roma sedikit lebih menguasai jalannya pertandingan dengan mencatatkan 57 persen penguasaan bola serta melepaskan 19 tendangan yang enam di antaranya tepat sasaran.
Ludogorets berhasil unggul lebih dulu pada menit ke-72 melalui gelandang serang Cauly Oliviera Souza, AS Roma menyamakan kedudukan berkat gol Eldor Shomurodov pada menit 86, dua menit berselang tim tuan rumah mengunci kemenangan setelah Nonato mencetak gol kemenangan.
Saat ini AS Roma berada di peringkat ketiga klasemen sementara Grup C Liga Europa tanpa raihan poin, unggul selisih gol dari HJK Helsinki yang takluk dari Real Betis 0-2.
(Antara)
Baca Juga
Berita Terkait
-
AS Roma Resmi Tawar Jadon Sancho, Manchester United Mulai Goyah?
-
Air Mata Jose Mourinho untuk Jorge Costa
-
Luis Enrique: Dulu Diejek Saat Latih AS Roma Kini Dipuji Pelatih Terbaik Dunia
-
Jersey AS Roma 2025/2026: Kembali ke Masa Keemasan Era 2000-an
-
Jose Mourinho Siap Bajak Jadon Sancho ke Fenerbahce: Iming-imingi Uang Segepok
-
Buffon Tolak Mourinho, Pilih Gattuso! Drama Panas di Balik Kursi Pelatih Italia
-
Tottenham Juara Liga Europa, Son Heung-min: Saya Orang Paling Bahagia di Dunia
-
Final Liga Europa: Manchester United Penuh Masalah Meski Menang Trofi
-
Drawing 16 Besar Liga Europa, Final Dini AC Milan vs Liverpool, Siapa yang Atur?
-
Belum Pulih 100 Persen, Radja Nainggolan Baru Bisa Debut di BRI Liga 1 Pada Tahun Depan
Terkini
-
Kapan Piala Super Eropa 2025? PSG Bidik Trofi Pertama, Tottenham Siap Bikin Kejutan
-
Pemain Keturunan Indonesia Debut Bersama Ajax, Legenda Belanda Ini Dongkol
-
Rahasia Gaji Ronaldinho di Barca Legends Dibongkar Eks Rekan Patrick Kluivert
-
Demi Uang Rp1 Triliun, Darwin Nunez Hijrah ke Arab Saudi
-
Pesta Gol di Allianz Arena! Bayern Munich Bungkam Tottenham, Harry Kane Permalukan Mantan
-
Ronald Koeman Raih Penghargaan Tertinggi Eredivisie, Patrick Kluivert Gak Dapat?
-
Drama Transfer Rekan Kevin Diks di Gladbach: Maunya Pindah ke Ajax
-
Klub Anyar Justin Hubner Jadi Sorotan Jelang Kick Off Eredivisie 2025 Gegara Ini
-
Eks Pelatih FC Twente dan Pemain Keturunan Ditahan Kasus Pelecehan Seksual
-
Air Mata Jose Mourinho untuk Jorge Costa