Bolatimes.com - Dua kekalahan beruntun Manchester United di awal musim Liga Inggris 2022, membawa tim berjuluk Setan Merah ini terjerembab di dasar klasemen sementara dengan raihan nol poin.
Di era Sir Alex Ferguson, Manchester United adalah klub yang disegani dengan deretan trofi bergengsi namun seketika menjadi medioker di awal musim 2022-2023.
Dua kekalahan di awla musim ini membawa Manchester United berada di dasar klasemen sementara Liga Inggris 2022-2023 dengan raihan nol poin.
Seolah membangkitkan ingatan masa lalu saat Man United belum menjadi klub besar dan bahkan pernah merasakan bagaimana pahitnya degradasi.
Meskipun sudah sangat lama sekali, kali terakhir Setan Merah turun kasta terjadi pada musim 1973-1974, finish di urutan ke-21 dan hanya mengumpulkan 32 poin.
Torehan yang sangat memalukan bagi klub sekelas Man United, kala itu menelan kekalahan dalam 20 pertandingan termasuk di laga pembuka melawan Arsenal.
Kompetisi saat itu masih bernama Divisi I atau English Football League (EFL) dan saat ini kasta ini berada di bawah Liga Primer.
Man United menghabiskan banyak waktu di Divisi I, setelah hanya satu musim di Divisi II dan promosi kembali setelah juara pada 1975-1975.
Sekaligus menjadi kali terakhir Man United berada di kasta terendah Liga Inggris, namun sebelum itu Man United juga pernah mengalami degradasi.
Tepatnya di musim 1893-1894, 1921-1922, 1930-1931 dan 1936-1937, sebagai tim besar Man United tidak pernah bermain di kompetisi lebih rendah dari tingkat kedua.
Baca Juga
Man United pernah lolos dari degradasi ke Divisi II, di akhir musim 1933-1934 setelah menangatas Millwall di laga terakhir kompetisi.
Sejarah mencatat Man United sebagai bagian dari grup elit sepak bola Inggris, dengan enam anggota sejak Liga Primer didirikan pertama kali pada 1992.
Bersama Arsenal, Chelsea, Everton, Liverpool dan Tottenham Hotspur dengan peringkat terendah yang dicapai Man United pernah dirasakan pada musim 2013-2014.
Saat itu anak asuh David Moyes mengakhiri musim di peringkat ketujuh, bahkan gagal lolos ke kompetisi Eropa untuk pertama kalinya sejak musim 1989-1990.
Berita Terkait
-
Grimsby Town Tantang Manchester United, Mimpi atau Bencana?
-
Marcus Rashford Bongkar Kekacauan MU: Tidak Ada Rencana Jangka Panjang
-
Harry Maguire Blak-blakan: Semua Benci Manchester United!
-
Alejandro Garnacho Ancam Manchester United: Lepas ke Chelsea atau Saya Magabut
-
Man City vs Wolves: Krisis Cedera Hantui Laga Pembuka Premier League 2025
-
Statistik Menggila! Inilah Alasan Benjamin Sesko Layak Jadi Mesin Gol Setan Merah
-
Gila-Gilaan! MU Mau Datangkan Duo Bintang Premier League dan PSG Sekaligus
-
Geger di Old Trafford! Suporter Man United Batalkan Demo Besar, Ada Apa?
-
Pesona Anita Vidovic, Pendamping Setia Striker Baru Manchester United Benjamin Sesko
-
Kata Benjamin Sesko Pasca Pindah ke Manchester United dengan Mahar Rp1,6 T
Terkini
-
Rahasia Gaji Ronaldinho di Barca Legends Dibongkar Eks Rekan Patrick Kluivert
-
Pesta Gol di Allianz Arena! Bayern Munich Bungkam Tottenham, Harry Kane Permalukan Mantan
-
Ronald Koeman Raih Penghargaan Tertinggi Eredivisie, Patrick Kluivert Gak Dapat?
-
Eks Pelatih FC Twente dan Pemain Keturunan Ditahan Kasus Pelecehan Seksual
-
Air Mata Jose Mourinho untuk Jorge Costa
-
Son Heung-Min ke LAFC: Rekor Transfer MLS Pecah, Ancaman Baru Maarten Paes
-
Kevin Diks Pemimpin Baru Gladbach? Hattrick Trofi dan Penalti Dingin Curi Perhatian
-
Geger! Bodyguard Messi, Yassine Cheuko Kena Banned Gegara Insiden Panas
-
Detik-detik Lionel Messi Terkapar, Pelatih Inter Miami Ungkap Kondisi La Pulga
-
Pantas Diganti Shin Tae-yong! Laga Terakhir Lawan Suwon FC, Kim Pan Gon Gagal Bawa Ulsan Menang