Bolatimes.com - Siapa sangka jika Erik ten Hag yang baru saja ditunjuk sebagai manajer anyar Manchester United merupakan sosok yang bergelimang harta sedari kecil.
Setelah kabar resmi Erik ten Hag menjadi manajaer Manchester United tersebar, merebak pula bayaran detail kontrak hingga bayaran pria asal Belanda itu.
Melalui laman resmi klub, Manchester United mengonfirmasi Erik ten Hag menandatagani kontrak berdurasi tiga tahun dengan opsi satu tahun.
Menjadi pelatih asal Belanda kesembilan di Premier League dengan gaji 9 juta poundsterling atau sekitar Rp167 miliar per tahun selama di Old Trafford.
Dilansir dari Daily Star, Ten Hag ternyata memutuskan untuk tidak menerima bayaran dari Man United, namun hal itu tidak memengaruhi kehidupannya.
Hal ini tak lepas dari latar belakang Erik yang ternyata berasal dari keluarga super kaya di Belanda dengan sang ayah yang merupakan pengusaha properti papan atas.
Ayah Ten Hag mendirikan perusahaan tersebut pada 1967, berkembang pesat hingga menghasilkan beberapa anak perusahaan dan kini menjadi grup konglomerasi.
Sementara beberapa saudara laki-laki Ten Hag memegang kendali penuh atas berjalannya perusahaan tersebut dengan jabatan sebagai dewan direksi.
Hennie Ten Hag selaku sang ayah sebenarnya sangat menginginkan Erik masuk ke dalam bisnisnya, namun sayang sang putra justru tidak memiliki ketertarikan.
Erik justru memilih pergi ke lapangan memainkan hobinya, berawal dari keisengannya hingga membuat dirinya terkenal dan namanya dikenal di seantero Belanda.
Setelah mengarungi karier sebagai pemain di FC Twente, De Graafschap, RKC Waalwijk dan FC Utrecht sebelum akhirnya pensiun di usia 32 tahun.
Sama seperti sang ayah yang luar biasa di dunia bisnis, Erik berkembang menjadi ahli strategi dalam sepak bola jempolan dan diincar banyak klub besar.
Dua gelar Erediviese dan dua Piala KNVB sudah diberikan Erik ten Hag untuk Ajax Amsterdam, selain itu ia juga membawa raksasa Belanda mencapai semifinal Liga Champions 2018-2019.
Kini magisnya dibutuhkan Man United yang mencoba bangkit dari keterpurukan, selain sebuah kehormatan juga sekaligus tantangan bagi pria berkepala plontos itu.
(Kontributor: Eko Isdiyanto)
Berita Terkait
-
Grimsby Town Tantang Manchester United, Mimpi atau Bencana?
-
Marcus Rashford Bongkar Kekacauan MU: Tidak Ada Rencana Jangka Panjang
-
Harry Maguire Blak-blakan: Semua Benci Manchester United!
-
Alejandro Garnacho Ancam Manchester United: Lepas ke Chelsea atau Saya Magabut
-
Statistik Menggila! Inilah Alasan Benjamin Sesko Layak Jadi Mesin Gol Setan Merah
-
Gila-Gilaan! MU Mau Datangkan Duo Bintang Premier League dan PSG Sekaligus
-
Geger di Old Trafford! Suporter Man United Batalkan Demo Besar, Ada Apa?
-
Pesona Anita Vidovic, Pendamping Setia Striker Baru Manchester United Benjamin Sesko
-
Kata Benjamin Sesko Pasca Pindah ke Manchester United dengan Mahar Rp1,6 T
-
Manchester United Depak Rasmus Hojlund, AC Milan Siap Tampung
Terkini
-
Rahasia Gaji Ronaldinho di Barca Legends Dibongkar Eks Rekan Patrick Kluivert
-
Pesta Gol di Allianz Arena! Bayern Munich Bungkam Tottenham, Harry Kane Permalukan Mantan
-
Ronald Koeman Raih Penghargaan Tertinggi Eredivisie, Patrick Kluivert Gak Dapat?
-
Eks Pelatih FC Twente dan Pemain Keturunan Ditahan Kasus Pelecehan Seksual
-
Air Mata Jose Mourinho untuk Jorge Costa
-
Son Heung-Min ke LAFC: Rekor Transfer MLS Pecah, Ancaman Baru Maarten Paes
-
Kevin Diks Pemimpin Baru Gladbach? Hattrick Trofi dan Penalti Dingin Curi Perhatian
-
Geger! Bodyguard Messi, Yassine Cheuko Kena Banned Gegara Insiden Panas
-
Detik-detik Lionel Messi Terkapar, Pelatih Inter Miami Ungkap Kondisi La Pulga
-
Pantas Diganti Shin Tae-yong! Laga Terakhir Lawan Suwon FC, Kim Pan Gon Gagal Bawa Ulsan Menang