bolatimes.com - Pesepak bola Turki, Aykut Demir tengah mendapat sorotan. Aksinya yang menolak memakai kaus yang membela Ukraina menjadi buah bibir.
Aykut Demir adalah pesepak bola asal Turki keturunan Belanda. Pemain 33 tahun ini bermain untuk Erzurumspor di kasta kedua Liga Turki.
Selama sepekan belakangan Ukraina mendapat invasi dari Rusia. Guna memberi dukungan, sejumlah kalangan, termasuk dunia sepak bola, tak luput.
Namun, Aykut mengaku ogah ikut bersolidaritas. Bukan berarti dia mendukung Rusia, namun dia punya alasan lain.
"Ribuan orang meninggal setiap hari di Timur Tengah. Saya juga merasa sedih. Saya merasakan kesedihan dari orang-orang yang tak bersalah tersebut," kata Demir, dikutip dari Daily Star, Rabu (1/3/2022)
"Mereka yang mengabaikan penganiayaan di Timur Tengah sana. Kini mereka melakukan aksi solidaritas ini ketika terjadi di Eropa. Saya tidak ingin mengenakan kaus tersebut karena kaus itu tidak ditujukan pada negara-negara itu Timur Tengah."
Alasan Aykut Demir cukup dimaklumi. Sebab, bicara fakta solidaritas untuk kemanuasian Timur Tengah, sejumlah kalangan memang luput.
Terlepas dari kejadian yang membuat geger dunia, Aykut mendapat apresiasi dari sejumlah kalangan. Namanya sempat jadi perbincangan di media sosial beberapa waktu karena aksinya itu.
(Kontributor: Kusuma Alan)
Terpopuler
-
Penyelamatan Gemilang Maarten Paes Raih Pujian dari Ajax Amsterdam
-
Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
-
Calvin Verdonk Cetak Sejarah Baru Dalam Skuad Liga Champions Eropa
-
Alasan Mees Hilgers Belum Diturunkan SC Heerenveen di Eredivisie
-
Piala Dunia Wanita 2035 Jadi Fokus Utama Pembinaan MLSC di Semarang
Terkini
-
Piala Dunia Wanita 2035 Jadi Fokus Utama Pembinaan MLSC di Semarang
-
Mengintip Kekuatan Skuat Timor Leste Jelang Laga Kontra Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
-
Kapan Piala Super Eropa 2025? PSG Bidik Trofi Pertama, Tottenham Siap Bikin Kejutan
-
Pemain Keturunan Indonesia Debut Bersama Ajax, Legenda Belanda Ini Dongkol
-
Rahasia Gaji Ronaldinho di Barca Legends Dibongkar Eks Rekan Patrick Kluivert