Bolatimes.com - Paul Pogba dituding gagal membawa Prancis melaju ke perempat final Euro 2020 setelah kalah adu penalti 4-5 (3-3) dari Swiss, Selasa (29/6/2021) dini hari. Tudingan kepada asuhan Didier Deschamps ini dilontarkan oleh pandit Liga Inggris, Roy Keane dan Patrick Viera.
Paul Pogba diniliai tidak bisa menyeimbangkan lini tengah untuk pertahanan dan hanya berfokus menyerang sepanjang pertandingan. Padahal Pogba tampak tampil mendominasi dan turut menyumbangkan gol adu penalti setelah Benzema. Pogba diyakini dapat melakukan aksi yang lebih baik untuk menumbangkan lawannya, Swiss.
Di balik komentar tersebut, sang legenda Manchester United ini merupakan sosok yang kuat dan berprestasi. Kenal lebih dekat profil Paul Pogba melalui ulasan yang dirangkum dari berbagai sumber di bawah ini.
Baca Juga:
5 Pemain Indonesia yang Gabung Klub Rival, Terbaru Marc Klok
Profil Paul Pogba
Paul Labile Pogba lahir pada 15 Maret 1993 di Lagny-sur-Mame, Prancis. Pogba merupakan seorang muslim dan dilahirkan dari orangtua yang berasal dari Guinea. Kedua kakak kembarnya, Fiorentin dan Mathias juga merupakan pemain sepak bola profesional yang memperkuat tim nasional Guinea.
Saat ini Pogba bermain untuk klub Liga Utama Inggris, Manchester United dan tim nasional Prancis sebagai gelandang tengah yang baik dalam menyerang. Pogba dicap klubnya sebagai pemain yang ‘kuat, terampil, dan kreatif’. Ia dijuluki Polpo Paul (Paul si Gurita) karena kakinya yang panjang dan terlihat seperti tentakel saat melakukan tackle maupun berlari.
Baca Juga:
Profil Barito Putera, Klub yang Lahir karena Nazar dan Berawal dari Tarkam
Prestasi Gemilang Paul Pogba
Setelah kontrak dengan MU berakhir pada Juli 2012, ia berkarir di Italia sebagai bagian tim Juventus dan menjadi salah satu pemain muda paling menjanjikan di dunia. Pogba menerima penghargaan Golden Boy 2013 dan Penghargaan Bravo pada 2014. Tahun berikutnya, Pogba membantu Juventus mencapai final Liga Champions UEFA 2015 pertama kalinya sejak 12 tahun sebelumnya. Melalui ajang tersebut, Pogba masuk ke dalam UEFA Team of The Year 2015 dan FIFA FIFPro World XI 2015.
Paul Pogba kemudian kembali ke MU pada 2016 dengan rekor nilai transfer tertinggi senilai 105 juta Euro, melampui Gareth Bale. Sekembalinya ke MU pada musim pertama 2016/2017, Pogba sukses memenangkan Piala Liga dan Liga Eropa.
Baca Juga:
Inggris Kalahkan Jerman, 'Jurgen Klopp' Selebrasi di Luar Stadion
Selain karir klubnya, Pogba melakukan debut untuk tim nasional Prancis melawan Georgia di tahun 2013. Kemudian Pogba sukses mengawal tim nasional Prancis menjadi runner up Piala Eropa 2016 lalu.
Gaya Bermain Paul Pogba
Selama karirnya, Paul Pogba mahir berperan sebagai gelandang tengah, sayap kiri, gelandang bertahan, playmaker, box to box hingga gelandang serang. Pogba disebutkan oleh Manchester United sebagai pemain kuat yang memilki tujuan mencetak gol dengan bermain secara spektakuler.
Baca Juga:
Marc Klok Merapat ke Persib, Videonya Diserbu Netizen
Sementara di Italia, Pogba dijuluki sebagai li Polpo Paul atau Paul si Gurita dan Pogboo karena gaya bermainnya yang eksplosif di lapangan. Ia dipuji dengan stamina dan kemampuan menyerangnya yang kuat dan akurat dari jarak jauh.
Bahkan dikutip dari Technical report UEFA, mantan rekannya Gianiugi Buffon menyatakan bahwa Pogba adalah seorang petarung yang hebat dan berbakat di lapangan. Caranya menguasai bola dan mengubah posisi dari bertahan menjadi menyerang adalah hal yang spesial.
Itulah profil Paul Pogba yang dikenal sebagai seorang gelandang kuat untuk Manchester United dan Les Bleus, tim nasional kebanggaannya.
Berita Terkait
-
Ambisi Granit Xhaka Bisa Semulus Bayer Leverkusen? Percaya Timnas Swiss Juara di Bawah Kendali Murat Yakin
-
Daftar Lengkap 4 Negara Bertarung di Grup A EURO 2024, Jerman Diyakini Mulus menuju 16 Besar
-
Menakar Kekuatan Grup A Euro 2024, Jerman Diprediksi Juara Grup
-
SENGIT! Ini Hasil Undian Euro 2024: Prancis dan Belanda akan Saling Sikut, Spanyol dan Italia Gabung Grup B
-
Bukan Main, Jika PSSI Terlambat, Pemain Keturunan Ini Bisa Diangkut Timnas Swiss
-
Jalan Terjal Prancis hingga Tantang Jerman di Partai Pucak Piala Dunia U-17, Ambisi Juara Berturut-turut
-
Luar Biasa! Bali United Go International, Terpilih Ikuti FIFA International Player Transfer Course di Swiss
-
Duel Klasik: Yunani vs Prancis, Sejarah Bertemu Tanpa Gol dan Tren Performa Terkini!
-
SEDANG BERLANGSUNG Timnas Prancis vs Yunani, Nonton Melalui Link Live Streaming di Sini
-
SESAAT LAGI! Prancis vs Yunani Ini LINK LIVE Streaming yang Bisa Diakses!
Terpopuler
-
RESMI: BRI Liga 1 Musim Depan Terapkan Aturan 8 Pemain Asing, Bebas dari Mana Saja
-
Jadwal Babak 16 Besar Euro 2024, Dibuka oleh Laga Swiss vs Italia
-
Daftar Tim yang Lolos ke Babak 16 Besar Euro 2024, Ada Negara Kejutan
-
Resmi! Shin Tae-yong Tidak akan Hadir di Drawing Kualifikasi Piala Dunia 2026
-
Klasemen Grup A Piala AFF U-16 2024: Indonesia Ditempel Ketat Laos dengan Poin Sama
Terkini
-
Lamine Yamal, Bocah 16 Tahun 362 Hari Cetak Gol di Euro 2024
-
Bek Timnas Indonesia Akan Jaga Striker Italia di Laga Perdana Serie A
-
Jadwal Perempatfinal Euro 2024, Jerman vs Spanyol hingga Portugal vs Prancis
-
Jadwal Babak 16 Besar Euro 2024, Dibuka oleh Laga Swiss vs Italia
-
Dilepas Gratis SC Heerenveen, Media Belanda Bongkar Masa Depan Gelandang Timnas Indonesia
-
Ambisi Granit Xhaka Bisa Semulus Bayer Leverkusen? Percaya Timnas Swiss Juara di Bawah Kendali Murat Yakin
-
BUBUK! Jerman Memang Keterlaluan, Andy Robertson Buka-bukaan Skotlandia Hancur di Laga Pertama Euro 2024 Grup A
-
Ini Tiga Negara yang Baru Bergabung ke Babak Final Euro 2024
-
Jadwal Vietnam vs Indonesia Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia Putaran Kedua
-
5 Fakta Menarik Jelang Laga Euro 2024, Tiket Nonton Tahap Pertama Jadi Buruan Suporter