Bolatimes.com - Kebersihan menjadi salah satu yang disorot selama gelaran Piala Dunia 2018 berlangsung. Salah satunya, lewat aksi viral fans Jepang saat memungut sampah di tribun stadion usai pertandingan Jepang lawan Kolombia beberapa waktu lalu.
Aksi ini kembali terulang kala timnya bersua Senegal di Ekaterinburg Arena, Minggu (24/6/2018). Meskipun pertandingan berakhir imbang 2-2, fans Jepang tetap tertib dan menjaga kebersihan. Mareka tak segan memungut sampah yang berserakan di tribun stadion. Sungguh aksi yang patut dicontoh.
Umumnya, masalah kebersihan menjadi tanggung jawab cleaning service atau volunteer. Ternyata, kinerja mereka dibantu oleh fans Jepang. Hebatnya lagi, aksi positif itu ditiru fans Senegal kala timnya bersua Polandia.
Aksi bersih-bersih tersebut rupanya sudah mendarah daging bagi orang Jepang. Di negeri asal mereka, menjaga kebersihan telah ditanamkan sejak kecil. "Ini bukan hanya soal kultur sepak bola, tetapi ini bagian dari kultur masyarakat Jepang," ujar jurnalis Scott Mclntyre kepada BBC.
"Anda sering mendengar orang berkata sepak bola adalah refleksi kultur. Aspek penting di masyarakat Jepang adalah memastikan segalanya bersih dan itu berlaku di semua acara olahraga dan tentunya di sepak bola," tegas Scott.
Tak butuh waktu lama, berkat aksinya itu banyak dari fans-fans negara lain yang bertanya-tanya. Mereka terkejut dengan kebiasaan fans Jepang yang melakukannya dengan tersenyum.
"Membersihkan stadion setelah pertandingan sepak bola adalah lanjutan dari perilaku dasar yang diajarkan di sekolah, saat para murid membersihkan ruang kelas mereka dan lorong sekolah," papar Scott.
"Dengan terus diingatkan saat masa kecil, perilaku ini kemudian menjadi kebiasaan bagi hampir seluruh warga Jepang," pungkasnya.
Aksi fans Jepang ini tentu mendapat pujian dari banyak pihak. Mereka dinilai sudah mengambil langkah tepat dan memberi contoh kepada dunia. Bahwa merawat planet ini merupakan tanggung jawab bersama. Dan sepak bola adalah wadah yang tepat.
Piala Dunia semakin indah kala dapat menyatukan semua bangsa. Dan sekaligus menjadi tempat bertukar pikiran dan kebudayaan. Itulah indahnya sepak bola.
Bolatimes.com/Rauhanda Riyantama
Berita Terkait
-
Insiden Mengerikan di Ring Tinju! Petinju Jepang Hilang Ingatan Usai KO
-
Kazuyoshi Miura: Usia Mendekati 60 Tahun Masih Mau Terus Berkarier
-
Inggris Disikat Senegal 1-3, Thomas Tuchel Dicemooh Suporter
-
6 Fakta Kekalahan Timnas Indonesia dari Jepang: Memori Buruk 49 Tahun Lalu Terulang
-
Nasib Sial Yakob Sayuri, 9 Pemain Kena Damprat Netizen: Kok Pada Diem Aja
-
You Raise Me Up Bikin Jepang Hancurkan Timnas Indonesia di Babak I
-
Prediksi Skor, H2H, Susunan Pemain Laga 16 Besar Piala Asia 2023 antara Bahrain vs Jepang, Siapa yang Menang?
-
Australia Bukan Jepang, Timnas Indonesia Berpeluang Bisa Beri Kejutan Jika Memperhatikan Hal Ini
-
Usai Timnas Indonesia Dicukur Jepang, Shin Tae-yong: Saya Melatih Tim Terlemah
-
Hajar Timnas Indonesia, Pelatih Jepang Mengaku Senang
Terkini
-
Rahasia Gaji Ronaldinho di Barca Legends Dibongkar Eks Rekan Patrick Kluivert
-
Pesta Gol di Allianz Arena! Bayern Munich Bungkam Tottenham, Harry Kane Permalukan Mantan
-
Ronald Koeman Raih Penghargaan Tertinggi Eredivisie, Patrick Kluivert Gak Dapat?
-
Eks Pelatih FC Twente dan Pemain Keturunan Ditahan Kasus Pelecehan Seksual
-
Air Mata Jose Mourinho untuk Jorge Costa
-
Son Heung-Min ke LAFC: Rekor Transfer MLS Pecah, Ancaman Baru Maarten Paes
-
Kevin Diks Pemimpin Baru Gladbach? Hattrick Trofi dan Penalti Dingin Curi Perhatian
-
Geger! Bodyguard Messi, Yassine Cheuko Kena Banned Gegara Insiden Panas
-
Detik-detik Lionel Messi Terkapar, Pelatih Inter Miami Ungkap Kondisi La Pulga
-
Pantas Diganti Shin Tae-yong! Laga Terakhir Lawan Suwon FC, Kim Pan Gon Gagal Bawa Ulsan Menang