Minggu, 05 Desember 2021
Husna Rahmayunita : Rabu, 01 September 2021 | 12:57 WIB

Bolatimes.com - Kontingen Indonesia telah mengoleksi tiga medali paralimpiade Tokyo 2020. Atlet yang menyumbangkan medali akan mendapat apresiasi atau bonus dari pemerintah.

Medali tersebut masing-masing disumbangkan oleh Ni Nengah Widiasih, medali perak dari cabang olahraga para-powerlifting kelas 41 kg putri.

Lalu dua perunggu dari Saptoyogo Purnomo pada cabang para-atletik nomor 100m putra T37 dan David Jacobs dari cabang olahraga para-tenis meja kelas 10 perorangan putra.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali berjanji pemerintah tak akan membedakan fasilitasi dan apresiasi antara atlet yang berlaga di Olimpiade dan Paralimpiade.

Hal itu disampaikan Zainudin saat menyambut kepulangan lifter Ni Nengah Widiasih dan Muhammad Fadli Imammuddin didampingi pelatih para-cycling Fadilah Umar dan pelatih para-powerlifting Yanti di Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (28/8/2021) malam

"Pemerintah tidak membeda-bedakan atlet yang ikut Olimpiade dan Paralimpiade. Perhatian sama, fasilitasi sama karena mereka datang ke sana atas nama bangsa dan negara," ujarnya.

Menurutnya, perhatian pemerintah kepada para atlet disabilitas maupun non-disabilitas disebut Zainudin sama.

Pemerintah bahkan telah memberikan fasilitasi terhadap atlet untuk Paralimpiade sejak mereka mengikuti pelatnas di Solo dalam persiapan menuju ASEAN Para Games 2020 yang akhirnya batal.

Bila tidak ada perbedaan dengan peraih medali Olimpiade maka peraih medali emas Paralimpiade Tokyo bakal menerima bonus sebesar Rp 5,5 miliar, perak Rp 2,5 miliar, dan perunggu Rp 1,5 miliar.

Bonus juga tak hanya diberikan kepada peraih medali, tetapi juga kepada para seluruh atlet yang bertanding di Tokyo. Masing-masing atlet kemungkinan bakal mendapat Rp 100 juta.

(Antara)

BACA SELANJUTNYA

Tragis! Atlet Olimpiade Asal Ekuador Tewas Usai Kepalanya Ditembak