hitekno.com - Roberto Mancini resmi mengawali langkah barunya sebagai pelatih kepala Timnas Italia dengan membawa ambisi besar untuk meraih kejayaan. Pada periode keduanya ini, sang juru taktik menetapkan target tinggi berupa dua trofi juara untuk menebus ekspektasi publik sepak bola.
Pelatih karismatik berusia 61 tahun tersebut telah menandatangani kontrak jangka panjang berdurasi empat tahun bersama Federasi Sepak Bola Italia. Dirinya sangat berharap bisa mempersembahkan setidaknya satu atau bahkan dua gelar bergengsi selama masa kepemimpinannya kali ini.
Ambisi besar ini lahir dari keprihatinan mendalam atas tren penurunan performa skuad Gli Azzurri di kancah internasional belakangan ini. Timnas Italia memang tercatat gagal berpartisipasi dalam tiga edisi Piala Dunia secara berturut-turut yang tentu memukul kebanggaan para pendukungnya.
Semenjak keberhasilan gemilang menjuarai Euro 2020 di bawah arahan Mancini, Italia belum lagi mampu mencicipi manisnya gelar juara mayor. Kondisi ini menjadi tantangan berat bagi jajaran pelatih baru untuk segera mengembalikan mental pemenang di dalam ruang ganti.
Mengingat kembali pada periode pertamanya antara tahun 2018 hingga 2023, Roberto Mancini sejatinya berhasil menorehkan prestasi yang gemilang. Ia sukses meracik skuad yang tangguh hingga mencatatkan rekor impresif berupa 37 pertandingan tanpa tersentuh kekalahan sedikit pun.
Pencapaian fantastis tersebut sempat menjadi rekor tidak terkalahkan terbaik dalam sejarah sepak bola sebelum akhirnya dipatahkan oleh Spanyol tahun ini. Walaupun membawa rekam jejak yang luar biasa, sang pelatih sadar betul bahwa ia harus berjuang ekstra keras membuktikan diri.
Tugas terberatnya saat ini adalah merebut kembali hati serta simpati publik sepak bola Italia yang sempat merasa dikhianati. Keputusan kontroversialnya pada tahun 2023 untuk meninggalkan pos tim nasional demi melatih Arab Saudi memang memicu gelombang kritik luas.
Dalam keterangannya, Mancini berjanji akan merancang strategi permainan menyerang nan indah agar para suporter kembali mencintai tim nasional. Lewat permainan yang atraktif tersebut, ia menaruh harapan besar agar masyarakat bersedia memaafkan keputusan masa lalunya.
Tidak hanya fokus menargetkan piala, misi penting lainnya adalah mendorong regenerasi talenta muda di kompetisi domestik secara terstruktur. Klub-klub kini diharapkan lebih berani memberikan menit bermain kepada bibit-bibit unggul demi menjaga keberlangsungan kualitas tim nasional.
Ada satu motivasi emosional yang juga menjadi pendorong utama semangat Roberto Mancini dalam membangun kembali kekuatan timnya. Ia merasa sedih melihat generasi muda Italia kehilangan kesempatan berharga untuk merasakan langsung atmosfer kemeriahan panggung Piala Dunia.
Keponakannya yang baru berusia 12 tahun bahkan belum pernah sekali pun menyaksikan langsung aksi Timnas Italia di kompetisi global tersebut. Kenyataan inilah yang ingin segera diubah agar anak-anak muda kembali memiliki sosok pahlawan kebanggaan di lapangan hijau.
Proses kembalinya mantan pelatih Manchester City ini tidak lepas dari dinamika manajerial di tubuh federasi sepak bola setempat. Manajemen secara mengejutkan membatalkan rencana awal mereka untuk mempromosikan Andrea Pirlo sebagai nakhoda baru skuad senior.
Perombakan strategis ini juga diikuti dengan penunjukan sosok veteran Claudio Ranieri yang kini mengemban tugas krusial sebagai direktur teknik. Sinergi antara dua tokoh berpengalaman ini diharapkan mampu menciptakan iklim pembinaan yang jauh lebih positif dan solid.
Ujian perdana bagi Roberto Mancini pada periode keduanya ini akan segera tersaji di kompetisi bergengsi UEFA Nations League. Skuad racikannya dijadwalkan menjamu perlawanan sengit dari Timnas Belgia pada tanggal 25 September mendatang di ibu kota Roma.
Selanjutnya, laga uji kekuatan akan berlanjut saat mereka bersiap menghadapi tantangan Timnas Turki di Kota Bologna pada tanggal 5 Oktober. Dua pertandingan krusial ini dipastikan menjadi tolok ukur awal untuk menilai sejauh mana kesiapan serta kualitas skuad terbaru Italia.
Terpopuler
-
Roberto Mancini Targetkan Dua Trofi Juara untuk Timnas Italia
-
Mengintip Kekuatan Skuat Timor Leste Jelang Laga Kontra Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
-
Laba Bersih DIGI Melonjak 45,1 Persen, Arkadia Digital Media Perkuat Bisnis AI dan Jaga Fundamental Keuangan
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media Melonjak 45,1 Persen pada 2025, Sentuh Rp1,76 Miliar
-
8 Cara Menyiapkan Dana Darurat dengan Tepat untuk Kestabilan Keuangan
Terkini
-
Kapan Piala Super Eropa 2025? PSG Bidik Trofi Pertama, Tottenham Siap Bikin Kejutan
-
Pemain Keturunan Indonesia Debut Bersama Ajax, Legenda Belanda Ini Dongkol
-
Rahasia Gaji Ronaldinho di Barca Legends Dibongkar Eks Rekan Patrick Kluivert
-
Demi Uang Rp1 Triliun, Darwin Nunez Hijrah ke Arab Saudi
-
Pesta Gol di Allianz Arena! Bayern Munich Bungkam Tottenham, Harry Kane Permalukan Mantan