Bolatimes.com - Pelatih tim nasional Ekuador, Diego Martinez, memberikan pujian kepada ketangguhan lini pertahanan timnas Indonesia U17 setelah pertandingan terbaru.
Meskipun dominan dalam menguasai jalannya pertandingan di laga Piala Dunia U17 di Surabaya, Martinez mengakui bahwa anak asuhnya kesulitan menciptakan peluang di kotak penalti lawan.
Martinez memberikan komentar positif terhadap penampilan tim Indonesia. Ia menyebut bahwa Indonesia tampil sangat efektif dalam bertahan di kotak penalti, menciptakan situasi-situasi sulit yang menghambat usaha Ekuador untuk mencetak gol.
Diego Martinez memberikan komentarnya setelah pertandingan, mengatakan bahwa Indonesia juga tampil dengan baik dalam pertandingan.
Menurutnya timnas Indonesia sangat efektif dalam bertahan di kotak penalti, sehingga terjadi banyak situasi yang mencegah timnya mencetak gol.
"Indonesia juga membuat pertandingan yang bagus. Mereka sangat efektif saat bertahan di kotak penalti, sehingga banyak situasi yang membuat kami tidak bisa mencetak gol," ujarnya dikutip dari @arsiptimnas.
Martinez juga terkesan oleh kemampuan individu beberapa pemain Indonesia, terutama menyoroti gaya permainan Welber Jardim dan Ji Da Bin.
"Saya sangat suka dengan penampilan nomor 12, Welber Jardim, full back yang dapat bermain di sisi kiri dan melebar, serta nomor 10, Ji Da Bin. Kalian memiliki tim yang sangat bagus sehingga bisa mencetak gol malam ini," tambahnya.
Pujian dari Martinez menunjukkan bahwa Indonesia bukan hanya tangguh dalam bertahan, tetapi juga memiliki pemain-pemain berbakat yang mampu menciptakan permainan yang menarik dan efektif.
Komentar positif ini menjadi dorongan bagi timnas Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas permainan mereka di level internasional.
Baca Juga
Berita Terkait
-
Kiper Timnas Indonesia Emil Audero Kedatangan Rekan Baru, Eks AC Milan
-
Reza Arya Cetak Rekor 100 Laga, Bakal Geser Maarten Paes dan Emil Audero?
-
Mees Hilgers Menghilang Saat FC Twente Digebuk Eliano Reijnders Dkk
-
Jay Idzes Sah ke Sassuolo, Venezia Singgung Soal Profesionalisme
-
Sassuolo: Dari Seluruh Keluarga Neroverde, Selamat Datang, Jay Idzes!
-
Justin Hubner: Saya Merasa Seperti Cristiano Ronaldo!
-
Justin Hubner Bongkar Klub Indonesia yang Coba Goda Dirinya: Saya Tolak Lha!
-
Ada Cerita Lain yang Membuat Venezia Relakan Jay Idzes ke Sassuolo
-
Jay Idzes Menuju Torino: Gaji Fantastis Menanti dan Rekor Sejarah Tercipta
-
Mimpi Buruk Timnas Indonesia Bikin PSV Panen Cuan Rp37 Miliar
Terkini
-
Delapan Tangan Leo Navacchio: Rekor Gila di Pekan Pembuka BRI Super League
-
Reza Arya Cetak Rekor 100 Laga, Bakal Geser Maarten Paes dan Emil Audero?
-
Persib Incar Awal Musim Sempurna: Juara Liga dan Tembus Asia
-
Rumput JIS Kembali Jadi Polemik: Kenapa Lapangan Rp2 Triliun Selalu Jadi Sorotan?
-
Markas Persija Disindir Mantan: Stadion Bagus, Tapi Rumput Tak Ada yang Urus
-
Hari Ayah Paling Manis: Persija Menang Telak, Souza Kirim Ciuman untuk Putrinya
-
Persija Hancurkan Persita 4-0: Allano Menggila, Jakmania Ubah JIS Jadi Neraka
-
Sho Yamamoto dan Kodai Tanaka: Samurai Solo yang Bikin MU Mati Gaya
-
Senyum Kecut Johnny Jansen Pasca Bali United Gagal Kalahkan Persik
-
Kemenangan Perdana Persib: Hodak Senyum, Semen Padang Tertunduk