bolatimes.com - Ada unsur Indonesia dalam video perkenalan Emil Audero di Inter Milan. Ini memunculkan pertanyaan, apakah Audero dianggap sebagai pemain Timnas Indonesia oleh Inter?
Sebagai informasi, Inter Milan baru saja meresmikan transfer Emil Audero dari Sampdoria. Kiper berusia 26 tahun tersebut didatangkan dengan status pinjaman semusim.
Ada opsi pembelian permanen dalam kesepakatan kedua pihak saat transfer diresmikan pada Kamis (10/8). Emil berpotensi menjadi kiper utama setelah Andre Onana hengkang ke Manchester United.
Lantas pada video perkenalan Emil Audero Mulyadi di media sosial Internazionale, klub asal Italia itu menyertakan sekilas potret Gunung Rinjani, Lombok.
Inter Milan secara terang-terangan menyatakan Emil Audero adalah lahir dari titisan legenda Gunung Rinjani, ditempa oleh panasnya kawah.
Sebuah video teaser diunggah oleh akun resmi Instagram Inter Milan, menceritakan Emil Audero dengan menunggang kuda bak seorang pendekar.
Sebuah penampakan gagah Emil Audero juga disandingkan dengan latar Gunung Rinjani Lombok. Sementara, Emil berjalan dengan menggunakan tongkat menyisiri hamparan pasir gunung tersebut.
Kemudian digambarkan pula sebuah pintu gerbang yang sangat tinggi dengan diapit dua dinding raksasa. Hal itu mencerminkan sosok Audero adalah palang tembok pertahanan gawang Inter Milan.
Sebelum membuat video perkenalan yang menyertakan Gunung Rinjani itu, Inter sebetulnya sudah menyinggung Indonesia dalam pernyataan resmi klub usai mendatangkan Emil Audero.
Dalam sambutannya, Inter pun menyinggung Indonesia, tempat kelahiran Audero 26 tahun lalu. Ketenangan dan kekuatan mental pada diri Audero menjadi salah satu penilaian bagi Inter.
“Dua budaya, dua jiwa, dua dunia yang bertemu: ketenangan laut Indonesia berpadu dengan ketahanan dan kekuatan pegunungan Piedmont. Kualitas yang menjadi ciri khas Emil Audero Mulyadi, kiper anyar Nerazzurri sejak kecil,” tulis Inter di laman resmi klub.
“Lahir pada 18 Januari 1997 di Mataram, di pulau Lombok, dari ayah Indonesia dan ibu Italia, Emil dibesarkan di Cumiana, di provinsi Turin. Di sini dia pertama kali menendang bola, di sinilah kisah cintanya dengan olahraga ini dimulai.”
Terpopuler
-
Laba Bersih DIGI Melonjak 45,1 Persen, Arkadia Digital Media Perkuat Bisnis AI dan Jaga Fundamental Keuangan
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media Melonjak 45,1 Persen pada 2025, Sentuh Rp1,76 Miliar
-
8 Cara Menyiapkan Dana Darurat dengan Tepat untuk Kestabilan Keuangan
-
6 Tips Agar Perjalanan Mudik Lebih Nyaman saat Naik Pesawat
-
Tantangan Pengangguran Muda Menguat, YES 2025 Dorong Arah Baru Ekonomi Hijau, Digital, dan Hilirisasi
Terkini
-
Delapan Tangan Leo Navacchio: Rekor Gila di Pekan Pembuka BRI Super League
-
Reza Arya Cetak Rekor 100 Laga, Bakal Geser Maarten Paes dan Emil Audero?
-
Persib Incar Awal Musim Sempurna: Juara Liga dan Tembus Asia
-
Rumput JIS Kembali Jadi Polemik: Kenapa Lapangan Rp2 Triliun Selalu Jadi Sorotan?
-
Markas Persija Disindir Mantan: Stadion Bagus, Tapi Rumput Tak Ada yang Urus