Husna Rahmayunita
Timnas Malaysia vs Laos di Piala AFF U-23 2022, Jumat (19/2/2022). (dok.aseanfootball.org)

Bolatimes.com - Tiga alasan mengapa Piala AFF U-23 2023 mestinya ditiadakan, seiring hadirnya komentar dari Shin Tae-yong yang ingin ajang tersebut dihapus.

Saat ini, sepak bola nasional tengah dipanaskan dengan perdebatan terkait Timnas Indonesia U-23 dan Piala AFF U-23 2023 yang akan berlangsung dalam waktu dekat.

Perdebatan ini lahir dari pemanggilan pemain, di mana para pemain tersebut adalah pemain yang punya nama besar dan menjadi andalan di klub-klub Liga 1.

Baca Juga:
4 Liga di Asia Tenggara yang Terapkan Kuota Pemain ASEAN, Nomor Satu Tak Disangka-sangka

Pemanggilan pemain di tengah kompetisi yang berlangsung membuat banyak pelatih klub Liga 1, yang berujung pada aksi protes tak mengirim pemainnya ke Timnas Indonesia U-23.

Aksi protes ini membuat Sumardji selaku Ketua Badan Tim Nasional juga ikut geram dan menyindir para pelatih asing yang menahan pemain untuk membela Timnas Indonesia U-23.

Di tengah pro kontra terkait pemanggilan pemain tersebut, Shin Tae-yong pun juga memberikan tanggapannya terhadap eksisteni Piala AFF U-23 2023.

Baca Juga:
Tak Bisa Diremehkan, 3 Tim yang Diprediksi Jadi Kuda Hitam di Liga Inggris 2023/2024

Seakan mendukung keputusan para pelatih di klub, Shin Tae-yong menuturkan bahwa sebaiknya Piala AFF U-23 ditiadakan atau tak lagi digelar.

Berkaca dari komentar Shin Tae-yong itu, apa saja alasan konkret Piala AFF U-23 memang lebih baik ditiadakan di kemudian hari?

1. Merugikan Kompetisi

Baca Juga:
Rekor Apik Shin Tae-yong saat Lawan Malaysia, Pernah Bantai 4-1

Shin Tae-yong punya alasan tersendiri mengapa dirinya ingin Piala AFF U-23 ditiadakan, salah satunya adalah mengganggu kompetisi di sebuah negara.

Ya, Piala AFF U-23 memang kerap digelar di saat sebuah negara tengah menjalani kompetisinya, sehingga banyak negara mengambil pemain-pemain dari klub yang tengah bertarung di kancah liga.

Hal ini dianggap merugikan kompetisi, klub, dan bahkan pemain itu jika para pemain tersebut adalah pemain inti di klubnya masing-masing.

Baca Juga:
PSSI Kebut Perbaikan Rumput JIS untuk Venue Piala Dunia U-17 2023

2. Pemain U-23 Sudah Masuk Kategori Senior

Shin Tae-yong menegaskan bahwa alasan dirinya ingin Piala AFF U-23 ditiadakan karena pemain U-23 tak membutuhkan pengalaman bertanding internasional, karena sudah masuk level senior.

Pelatih asal Korea Selatan itu mewajarkan jika ada kompetisi internasional untuk pemain U-20 karena para pemain U-20 butuh pengalaman bertanding internasional, bukan pemain U-23.

Terlebih di kompetisi lainnya seperti Eropa, hampir tak ada kompetisi internasional untuk U-23, melainkan kompetisi untuk para pemain muda dari U-15 hingga U-21 saja.

3. Mengganggu Perkembangan Sepak Bola

Shin Tae-yong juga menuturkan bahwa Piala AFF U-23 mengganggu perkembangan sepak bola sebuah negara ke depannya.

Komentar tersebut merujuk pada perkembangan para pemain yang di usia U-23 sudah semestinya berkarier di kancah profesional dan level teratas, ketimbang bermain di kelompok umur.

Jika para pemain U-23 masih bertarung di kelompok umur pada level internasional, hal ini bisa menghambat progres para pemain tersebut dan mengganggu perkembangan tim nasional di negara tersebut.

Kontributor: Felix Indrajaya
Load More