bolatimes.com - Berikut deretan penyebab Timnas Indonesia gagal mengalahkan Burundi di laga kedua FIFA Matchday, Selasa (28/3) malam WIB.
Timnas Indonesia gagal mengulangi pencapaiannya dengan meraih kemenangan atas Burundi, saat kedua tim bertemu untuk kedua kalinya di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi.
Dalam laga itu, skuad Garuda yang memakai jersey tandangnya, harus menerima hasil imbang dengan skor 2-2 melawan tim asal Afrika itu.
Sejatinya, Timnas Indonesia mampu unggul terlebih dahulu di babak kedua, lewat gol Witan Sulaeman pada menit ke-61.
Namun setelah gol itu, gawang Timnas Indonesia yang dijaga oleh Syahrul Trisna harus kebobolan dua gol oleh Burundi.
Adapun dua gol tim berjuluk Les Hirondelles itu dicetak oleh Saido Berahino pada menit ke-80 dan Abedi Bigirimana pada menit ke-90.
Beruntung bagi Timnas Indonesia, di menit-menit akhir Jordi Amat mampu mencetak gol lewat tandukannya yang membuat laga berkesudahan 2-2.
Gol tersebut pun menjadi gol perdana pemain naturalisasi itu, sekaligus menyelamatkan wajah Timnas Indonesia dari kekalahan.
Hasil yang didapat di laga ini berbanding terbalik dengan laga sebelumnya, di mana Timnas Indonesia mampu meraih kemenangan meyakinkan dengan skor 3-1.
Lantas, apa saja penyebab Timnas Indonesia gagal meraih kemenangan di laga kedua melawan Burundi ini? Berikut ulasannya.
Baca Juga
1. Finishing Buruk Timnas Indonesia
Permasalahan Finishing atau penyelesaian akhir masih menjadi masalah besar Timnas Indonesia, terutama di laga kontra Burundi.
Terlepas dari apiknya penampilan kiper lawan, Onesime Rukundo, barisan lini serang Timnas Indonesia memiliki banyak peluang untuk mencetak gol.
Namun, peluang-peluang emas yang didapatkan, terutama di paruh pertama, gagal dimanfaatkan dengan baik sehingga Timnas Indonesia harus menerima hasil imbang di laga kedua ini.
2. Strategi Berbeda Burundi
Di laga kedua ini, Burundi menerapkan strategi berbeda dengan bermain lebih agresif dan menampilkan permainan dengan bola-bola pendek.
Memang Timnas Indonesia mendominasi baik di laga pertama dan kedua. Akan tetapi, Burundi terlihat lebih rapi dalam bertahan dan membangun serangan, sehingga membuat tuan rumah kesulitan.
Hal ini pun seakan menjadi bukti sang pelatih, Etienne Ndayiragije, yang menyebut bahwa timnya akan tampil berbeda, sehingga menyulitkan Timnas Indonesia.
3. Hadirnya Saido Berahino
Pada pertemuan pertama, Burundi tak menurunkan pemain andalannya, Saido Berahino. Hal ini membuatnya kemudian diturunkan menjadi starter di laga kedua.
Tampil sebagai starter, Berahino menunjukkan level permainan apiknya dengan membuat lini pertahanan yang digalang Jordi Amat dan Elkan Baggott kocar-kacir.
Ia pun bahkan mampu mencetak satu gol bagi Burundi dan hampir membawa timnya meraih kemenangan di laga kedua melawan Timnas Indonesia.
Terpopuler
-
Laba Bersih DIGI Melonjak 45,1 Persen, Arkadia Digital Media Perkuat Bisnis AI dan Jaga Fundamental Keuangan
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media Melonjak 45,1 Persen pada 2025, Sentuh Rp1,76 Miliar
-
8 Cara Menyiapkan Dana Darurat dengan Tepat untuk Kestabilan Keuangan
-
6 Tips Agar Perjalanan Mudik Lebih Nyaman saat Naik Pesawat
-
Tantangan Pengangguran Muda Menguat, YES 2025 Dorong Arah Baru Ekonomi Hijau, Digital, dan Hilirisasi
Terkini
-
Delapan Tangan Leo Navacchio: Rekor Gila di Pekan Pembuka BRI Super League
-
Reza Arya Cetak Rekor 100 Laga, Bakal Geser Maarten Paes dan Emil Audero?
-
Persib Incar Awal Musim Sempurna: Juara Liga dan Tembus Asia
-
Rumput JIS Kembali Jadi Polemik: Kenapa Lapangan Rp2 Triliun Selalu Jadi Sorotan?
-
Markas Persija Disindir Mantan: Stadion Bagus, Tapi Rumput Tak Ada yang Urus