Husna Rahmayunita
Persita Tangerang pastikan oknum suporter diproses hukum. (Instagram/@persita.official & @a.rully.z)

Bolatimes.com - Manajemen Persita Tangerang mengambil sikap tegas terkait penyerangan bus Persis Solo oleh oknum suporter selepas laga lanjutan BRI Liga 1, Sabtu (29/1/2023).

Penyerangan terjadi setelah pertandingan Persita Tangerang kontra Persis Solo yang digelar di di Stadion Indomilk Arena. Insiden tersebut terekam kamera dan videonya viral di media sosial.

Sejumlah laki-laki melakukan pelemparan batu ke bus yang tengah ditumpangi skuad Persis Solo usai laga kontra Persita yang berakhir dengan skor imbang.

Buntut tindakan anarkis itu, bus penggawa Persis Solo mengalami pecah kaca dan satu orang petugas ofisial klub mengalami luka ringan.

Kasus pelemparan bus tim Persis Solo lantas ditangani pihak berwajib. Tujuh orang terduga pelaku perusakan telah diamankan tak lama seusai kejadian.

Terduga pelaku yang diketahui berasal dari oknum suporter ditahan dan akan menjalani proses hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatan yang telah dilakukan.

Terkini, Manajemen Persita Tangerang dan Panpel juga menjatuhkan hukuman kepada para pelaku dengan sanksi 'blacklist' larangan menonton laga seumur hidup.

"Menyambung kejadian kemarin, Panpel sudah membuat laporan Polisi dimana terdapat tujuh oknum yang telah diproses secara hukum dan sudah dilakukan penahanan," tulis Persita di laman resmi.

"Selain itu, Manajemen dan Panpel akan melarang oknum tersebut untuk masuk dan beraktivitas di stadion Indomilk Arena seumur hidup," imbuhnya.

Load More