bolatimes.com - Perhelatan Piala AFF 2022 akan menghadirkan sejumlah tim kuda hitam yang berpeluang untuk tampil mengejutkan. Kontestan ini juga berpeluang untuk menyulitkan langkah timnas Indonesia.
Sebetulnya, dibandingkan negara-negara elite Asia Tenggara seperti Thailand, Vietnam, atau Indonesia, tim-tim yang berstatus sebagai kuda hitam di Piala AFF 2022 ini memang tak terlalu diunggulkan.
Akan tetapi, mereka kini punya sumber daya yang cukup mumpuni untuk tampil mengagetkan. Bahkan, mereka juga sama-sama menggelar persiapan yang panjang agar tak sekedar menjadi penggembira di Piala AFF 2022.
Berikut Bolatimes.com menyajikan tiga tim kuda hitam di Piala AFF 2022 yang bisa menyandung langkah timnas Indonesia.
1. Laos
Timnas Laos juga patut menjadi salah satu kontestan Piala AFF 2022 yang tak boleh diremehkan. Statusnya sebagai kuda hitam bisa saja menjadi ancaman.
Menuju Piala AFF 2022, Laos sudah menggelar persiapan yang sangat matang. Mereka bahkan menggelar pemusatan latihan jangka panjang di Thailand.
Setidaknya, ada beberapa laga uji coba melawan klub setempat, mulai dari Huay tarang, Lasima Mazda, hingga Muangthong United.
Tak hanya itu saja, skuad asuhan Michael Weiss ini rencananya juga akan menguji kekuatan timnas Thailand U-23 pada laga latih tanding terakhir jelang Piala AFF 2022.
2. Singapura
Timnas Singapura juga akan menjadi kontestan berstatus kuda hitam di Piala AFF 2022 yang bisa menyulitkan langkah timnas Indonesia saat berjumpa.
Meskipun bukan berstatus sebagai tim terkuat di Asia Tenggara dan difavoritkan juara, tim berjulukan The Lions ini punya kekuatan yang patut diperhitungkan.
Pasalnya, mereka sudah sangat serius untuk mempersiapkan diri di ajang ini. Salah satunya dengan menggelar pemusatan latihan di Jepang.
Selama TC di Negeri Sakura, pelatih timnas Singapura, Takayuki Nishigaya, juga sudah menyiapkan sejumlah agenda uji coba melawan tim-tim lokal.
3. Filipina
Yang terakhir, ada tim sesama kontestan Grup A Piala AFF 2022 yang jadi kuda hitam dan berpeluang menebar ancaman untuk timnas Indonesia, yakni Filipina.
Salah satunya yakni karena banyaknya pemain timnas Filipina yang berkarier di luar negeri, seperti kiper Ray Hansen (Kuala Lumpur City FC), Amani Aguinaldo (Nongbua Pitchaya), Jesse Curran (BG Pathum United), Jesper Nyholm (Muangthong United), hingga Dylan De Bruycker (Nakhon Ratchasima).
Itu belum termasuk Jefferson Tabinas yang berkarier di Jepang bersama Mito HollyHock atau Michael Baldisimo yang berkarier di Liga Amerika Serikat bersama Vancouver Whitecaps.
Selain itu, ada pula dua pemain naturalisasi yang mengisi sektor lini serang, yaitu Mark Hartmann (Inggris) dan Bienve Maranon (Spanyol).
Terpopuler
-
Laba Bersih DIGI Melonjak 45,1 Persen, Arkadia Digital Media Perkuat Bisnis AI dan Jaga Fundamental Keuangan
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media Melonjak 45,1 Persen pada 2025, Sentuh Rp1,76 Miliar
-
8 Cara Menyiapkan Dana Darurat dengan Tepat untuk Kestabilan Keuangan
-
6 Tips Agar Perjalanan Mudik Lebih Nyaman saat Naik Pesawat
-
Tantangan Pengangguran Muda Menguat, YES 2025 Dorong Arah Baru Ekonomi Hijau, Digital, dan Hilirisasi
Terkini
-
Delapan Tangan Leo Navacchio: Rekor Gila di Pekan Pembuka BRI Super League
-
Reza Arya Cetak Rekor 100 Laga, Bakal Geser Maarten Paes dan Emil Audero?
-
Persib Incar Awal Musim Sempurna: Juara Liga dan Tembus Asia
-
Rumput JIS Kembali Jadi Polemik: Kenapa Lapangan Rp2 Triliun Selalu Jadi Sorotan?
-
Markas Persija Disindir Mantan: Stadion Bagus, Tapi Rumput Tak Ada yang Urus