hitekno.com - Pelatih Timnas Malaysia U-16, Osmera Omaro, mengakui Timnas Indonesia U-16 sebagai salah satu tim favorit untuk lolos dari Kualifikasi Piala Asia U-17 2023.
Seperti diketahui, Malaysia ada di Grup B Kualifikasi Piala Asia U-17 2023 bersama tuan rumah Indonesia, Guam, Uni Emirat Arab (UEA), dan Palestina.
Menurutnya, ada tiga tim terkuat di Grup B, yakni UEA, Palestina, dan Indonesia. Namun, tim yang menjadi favorit untuk lolos adalah Indonesia.
Sebab, Osmera Omaro menilai tim asuhan Bima Sakti memiliki keuntungan sebagai tuan rumah.
"Saya harus akui, atas kertas, grup yang agak top. Ada UEA yang di Asia ini negara yang top. Palestina sedikit orang tahu," kata Osmera Omaro di YouTube Harimau Malaya.
"Dan tentu saja favorit, saya rasa, karena tuan rumah, yaitu Indonesia," imbuhnya.
Namun, pendapat berbeda disampaikan oleh kapten Timnas Malaysia U-16, Muhammad Danish Darus. Ia sama sekali tidak gentar dengan Indonesia.
Ia bahkan bertekad membuat Indonesia takut sebelumm bertanding dengan mengalahkan UEA, Palestina, dan Guam.
Kami target, sebelum melawan Indonesia, kami ada sembilan poin (3 kali menang). Supaya mereka memiliki rasa takut sedikit," kata Danish Darus.
Duel Indonesia vs Malaysia akan terjadi pada 9 Oktober 2022 atau pada laga pamungkas Grup B Kualifikasi Piala Asia U-17 2023.
Tag
Terpopuler
-
Piala Dunia Wanita 2035 Jadi Fokus Utama Pembinaan MLSC di Semarang
-
Dapat Klub Baru, Bagaimana Nasib Mees Hilgers di Timnas Indonesia?
-
Yoshimi Ogawa Ungkap Kenapa Wasit Asing Tak Lagi Rutin di Super League 2026/2027
-
Asal-Usul Tenis Lapangan, Sejaran dan Perkembangannya hingga Sampai di Indonesia
-
Local Media Community: Masukan untuk Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
Terkini
-
Dapat Klub Baru, Bagaimana Nasib Mees Hilgers di Timnas Indonesia?
-
Delapan Tangan Leo Navacchio: Rekor Gila di Pekan Pembuka BRI Super League
-
Reza Arya Cetak Rekor 100 Laga, Bakal Geser Maarten Paes dan Emil Audero?
-
Persib Incar Awal Musim Sempurna: Juara Liga dan Tembus Asia
-
Rumput JIS Kembali Jadi Polemik: Kenapa Lapangan Rp2 Triliun Selalu Jadi Sorotan?