Bolatimes.com - Nama Rodtang Jitmuangnon tentu sudah tidak asing bagi pecinta dunia olahraga tarung. Ia merupakan pemiliki rekor 268-42-10 sekaligus juara dunia ONE Flyweight Muay Thai di ONE Championship.
Selama berlaga di ONE sejak 2018, petarung asal Thailand ini tidak terkalahkan pada disiplin bela diri Muay Thai maupun kickboxing. Ia berhasil menorehkan 11 kemenangan dan hanya kalah sekali dari Demetrious Johnson dalam laga hibrida Muay Thai-MMA, Maret lalu.
Sesuai jadwal yang dirilis ONE Champioship, Minggu, Rodtang akan kembali naik Circle untuk menghadapi Michael Savvas dalam babak semifinal turnamen ONE Flyweight Muay Thai World Grand Prix. Sebenarnya, turnamen ini dibuat untuk mencari penantang berikutnya bagi sabuk emas milik Rodtang.
Dengan gaya bertarung pantang mundur, petarung berjuluk The Iron Man ini memang pantas disebut sebagai manusia besi. Saat menerima pukulan lawan, Rodtang hanya bisa menari dan menantang lawannya untuk melayangkan serangan yang lebih keras.
"Saya ingin mengungkapkan rasa terima kasih pada Muay Thai. Tanpa Muay Thai, saya tak akan ada di posisi sekarang," tulis Rodtang dalam sebuah unggahan di Facebook.
Pencapaian Rodtang yang datang dari keluarga miskin saat ini tak lepas dari perjuangan saat dirinya belum terkenal. Lewat muay thai, ia membangun nama hingga penghidupan yang jauh lebih baik demi keluarganya.
Pria 25 tahun yang pernah tinggal di rumah sederhana ini mulai bertarung sejak usia 8 tahun. Sejak melakoni debut dalam turnamen yang diselenggarakan kuil setempat, hampir setiap pekan Rodtang bertarung demi mengumpulkan uang saweran.
Karier Rodtang terus berkembang hingga dilirik ONE Championship. Yang awalnya bocah miskin, kini namanya semakin dikenal dunia. Namun, berita duka mulai menghampiri setelah pada 2018, Huan, salah satu pelatihnya, meninggal dunia karena serangan jantung. Setahun berselang, sang ayah didiagnosis menderita kanker stadium 3.
Pada 2020, jelang berlaga melawan Jonathan Haggerty, Rodtang mengajak kedua orang tuanya untuk menyaksikan langsung saat berlaga demi memberi mereka secercah kebahagiaan serta gambaran tentang perjuangan yang ia jalani.
Sang ayah perlahan sembuh, dan meski harus menjalani berbagai pengobatan, kini kondisinya telah membaik. Pada Juni lalu, Rodtang berhasil memberikan rumah baru bagi orang tuanya setelah sebelumnya mendapat bonus senilai 50.000 dolar AS (Rp 733 juta) berkat penampilannya saat mengalahkan Jacob Smith di ONE 157.
"Dari seorang anak miskin, sekarang saya bisa membeli rumah untuk kedua orang tua, membeli rumah untuk diri sendiri serta memiliki uang untuk keluarga," tulis Rodtang dalam sebuah unggahan di Facebook.
(Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Profil Jekson Karmela, Peraih Medali Emas PON Papua Lawan Paris Pernandes
-
Ada Atlet Muay Thai di TC Timnas Indonesia U-18, Ini Sosoknya
-
Tampil Pakai Sport Bra saat Muay Thai, Wika Salim Curi Atensi Netizen
-
Fanny Ghassani Garang Latihan Muay Thai, Netizen: Bisa Ikut MMA!
-
Hanya Sekali Pukul, Petarung UFC Ini Keok Hingga Rahangnya Patah
Terkini
-
Delapan Tangan Leo Navacchio: Rekor Gila di Pekan Pembuka BRI Super League
-
Rumput JIS Kembali Jadi Polemik: Kenapa Lapangan Rp2 Triliun Selalu Jadi Sorotan?
-
Persija Hancurkan Persita 4-0: Allano Menggila, Jakmania Ubah JIS Jadi Neraka
-
Sho Yamamoto dan Kodai Tanaka: Samurai Solo yang Bikin MU Mati Gaya
-
Senyum Kecut Johnny Jansen Pasca Bali United Gagal Kalahkan Persik
-
Duel Persija vs Persita: Debutan Membludak, Gol Seret, dan Rekor Head-to-Head Ketat!
-
Persik Kediri Turunkan Harga Tiket, Suporter Langsung Merapat: Termurah Cuma Rp35 Ribu
-
Timnas Putri U-17 Indonesia Siap Tempur di Grup C Kualifikasi Piala Asia AFC 2026
-
Reuni Eks Persib! Dewa vs Malut United, Laga Pembuka Sarat Nostalgia
-
Persib Bandung Bidik Hattrick Gelar dengan Darah Muda di BRI Super League 2025