Bolatimes.com - Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong kerap mengeluarkan keputusan tegas selama pertandingan. Sejumlah pemain pernah menjadi korban ketegasannya, termasuk Ezra Walian.
Pada leg pertama semifinal Piala AFF 200 saat Timnas Indonesia vs Singapura, Ezra Walian menjadi korban keputusan Shin Tae-yong.
Pemain berdarah Indonesia-Belanda itu memang bukan pilihan utama di laga yang digelar tengah pekan ini. Ia masuk di babak kedua.
Namun, Ezra Walian hanya bermain selama 34 menit. Pemain yang sempat menimba ilmu di Ajax Amsterdam itu kembali ditarik keluar untuk digantikan Hanis Saghara.
Ditariknya Ezra juga bukan tanpa alasan. Selama setengah jam lebih di lapangan, tak ada aksi mencolok yang ia berikan.
Padahal, dengan masuknya Ezra, diharapkan bisa memberikan angin segar. Namun, harapan Shin tak sesuai ekspektasi karena Ezra tak melepaskan umpan dan gol selama bermain.
Alhasil, dirinya ditarik dan digantikan Saghara. Beruntung, pemain pengganti yang barusan disebutkan, bermain cukup apik.
Ya, kendati hanya 14 menit di lapangan, Saghara melepaskan satu tembakan mengarah ke gawang. Daya jelajah pemain Persikabo 1973 ini juga terbilang impresif.
Kushedya Yudo dan Bagus Kahfi Juga Pernah Jadi Korban
Selain Ezra Walian, Kushedya Yudo juga pernah menjadi korban Shin Tae-yong. Sang striker sejatinya baru masuk pada menit ke-64 saat Indonesia jumpa Malaysia, tetapi ditarik keluar kembali di menit 90+3 dan digantikan oleh Hanis Saghara.
Sebelum Yudo, juru taktik asal Korea Selatan itu juga pernah melakukan pergantian pemain serupa saat memimpin Timnas U-23 melawan Australia di babak Kualifikasi Piala Asia pada Oktober 2021. Sosok itu adalah Bagus Kahfi.
Pada laga leg kedua yang digelar di Tajikistan, Shin Tae-yong memasukkan Bagus Kahfi pada menit ke-56 untuk menambah daya gedor Timnas U-23 dan menarik Hanis Saghara.
Namun, kembaran Bagus Kaffa itu kembali ditarik keluar pada menit ke-83 dan digantikan dengan Komang Teguh.
Itulah tiga pemain yang sempat jadi korban ketegasan Shin Tae-yong.
Berita Terkait
-
Mees Hilgers Menghilang Saat FC Twente Digebuk Eliano Reijnders Dkk
-
Sassuolo: Dari Seluruh Keluarga Neroverde, Selamat Datang, Jay Idzes!
-
Justin Hubner: Saya Merasa Seperti Cristiano Ronaldo!
-
Jay Idzes Menuju Torino: Gaji Fantastis Menanti dan Rekor Sejarah Tercipta
-
Timnas Indonesia U-17 Siap Uji Nyali di Medan! Nova Arianto: Kami Sangat Butuh
-
Serie A Pangkas Gaji 25% Saat Degradasi: Nasib Jay Idzes di Venezia Terancam?
-
Timnas Indonesia U-17 Menuju Qatar: Piala Kemerdekaan 2025 Jadi Panggung untuk Eizar Jacob Cs
-
Son Heung-Min ke LAFC: Rekor Transfer MLS Pecah, Ancaman Baru Maarten Paes
-
Kebijakan Kontroversial FC Twente: Masa Depan Mees Hilgers Jadi Sorotan!
-
Masa Depan Jay Idzes Tergantung Kerja Davide Vagnati, Siapa Dia?
Terkini
-
Delapan Tangan Leo Navacchio: Rekor Gila di Pekan Pembuka BRI Super League
-
Rumput JIS Kembali Jadi Polemik: Kenapa Lapangan Rp2 Triliun Selalu Jadi Sorotan?
-
Persija Hancurkan Persita 4-0: Allano Menggila, Jakmania Ubah JIS Jadi Neraka
-
Sho Yamamoto dan Kodai Tanaka: Samurai Solo yang Bikin MU Mati Gaya
-
Senyum Kecut Johnny Jansen Pasca Bali United Gagal Kalahkan Persik
-
Duel Persija vs Persita: Debutan Membludak, Gol Seret, dan Rekor Head-to-Head Ketat!
-
Persik Kediri Turunkan Harga Tiket, Suporter Langsung Merapat: Termurah Cuma Rp35 Ribu
-
Timnas Putri U-17 Indonesia Siap Tempur di Grup C Kualifikasi Piala Asia AFC 2026
-
Reuni Eks Persib! Dewa vs Malut United, Laga Pembuka Sarat Nostalgia
-
Persib Bandung Bidik Hattrick Gelar dengan Darah Muda di BRI Super League 2025