Bolatimes.com - Momen konyol tercipta di pentas Liga Champions yang menyeret nama penyerang andalan Liverpool, yakni Darwin Nunez.
Darwin Nunez belakangan menjadi perbincangan usai melakukan aksi konyol sebagai seorang penyerang di klub papan atas sekelas Liverpool.
Momen konyol itu tercipta saat Liverpool bertandang ke markas Ajax Amsterdam dalam lanjutan grup A Liga Champions 2022/23, Kamis (27/10).
Dalam duel itu, Liverpool memang berhasil meraih kemenangan dan membawa pulang tiga poin yang otomatis membuat The Reds menyegel tiket ke babak 16 besar.
Bahkan di laga tersebut, Darwin Nunez mampu menyumbangkan satu gol dalam kemenangan 3-0 Liverpool atas Ajax.
Namun, penyerang berusia 23 tahun itu bisa saja menyumbangkan dua gol andai dirinya tak melakukan aksi konyol di laga ini.
Aksi konyol itu tercipta saat Darwin Nunez gagal menyarangkan bola dari jarak yang amat dekat meski gawang Ajax tengah kosong melompong.
Hal ini terjadi di menit ke-44. Saat itu, penyerang asal Uruguay ini mendapat umpan tarik dari Roberto Firmino di sisi kanan penyerangan.
Akan tetapi, Darwin Nunez gagal menceploskan bola kendati dirinya berada di depan gawang yang kosong usai kiper Ajax, Remko Pasveer.
Bola hasil sepakannya justru mengenai tiang gawang sehingga Liverpool yang saat itu sudah unggul 1-0, gagal menggandakan keunggulan.
Beruntung bagi Darwin Nunez, aksi konyolnya depan gawang itu mampu dibalasnya lewat gol di menit ke-49 babak kedua.
Ia mampu menjaringkan bola ke gawang Ajax dengan tandukannya memanfaatkan sepak pojok dari Andrew Robertson.
Darwin Nunez Jadi Sasaran Kritik
Sejatinya, aksi konyol ini bukanlah aksi konyol pertama yang dilakukan Darwin Nunez semenjak bergabung Liverpool pada musim panas 2022 lalu.
Dalam beberapa laga, dirinya kedapatan gagal mengkonversi peluang emas ataupun peluang mudah yang datang kepadanya.
Bahkan, Darwin Nunez juga terhitung kerap melakukan aksi konyol lainnya, seperti salah oper, salah kontrol bola, atau tembakannya mengarah jauh dari gawang.
Tak pelak aksi-aksi ini kerap menjadi bahan olok-olok terhadapnya, terutama dari pendukung lawan di media sosial.
Apalagi jika mengingat Liverpool harus merogoh kocek dalam-dalam untuk mendapatkan jasanya dari tim lamanya, Benfica.
Di musim panas lalu, Liverpool harus mengeluarkan dana sebesar 100 juta euro (Rp1,5 triliun) dengan rincian 75 juta euro sebagai biaya transfer, dan 25 juta euro sebagai bonus.
Dengan harga sebesar itu, beban besar pun kini ditanggung Darwin Nunez agar bisa menjadi juru gedor Liverpool saat ini.
Berita Terkait
-
Liverpool Siap Rekrut Marc Guehi: Crystal Palace Terpojok di Bursa Transfer
-
Muda dan Berbakat, Giovanni Leoni Jadi Target Transfer Panas Liverpool
-
Dari Austria ke London, Perjalanan Oliver Glasner Menuju Singgasana Wembley
-
Alexander Isak Membangkang! Newcastle Asingkan Striker Rp3 T Itu Gegara Liverpool
-
Hugo Ekitike Cetak Gol Indah, Tapi Slot Malah Cabut Dia di Menit 71, Ada Apa?
-
Virgil van Dijk Sindir Manajemen Liverpool: Kami Masih Butuh Striker Baru!
-
Arne Slot Tahan Emosi! Ulah Memalukan Fans Palace di Wembley
-
Ryan Gravenberch Absen di Community Shield: Arne Slot Ungkap Alasan Mengejutkan
-
Petaka Barcelona! Hansi Flick Dilarang Dampingi Blaugrana di Liga Champions, Kok Bisa?
-
Hugo Ekitike Siap Ukir Sejarah di Liverpool: Gelar Community Shield Jadi Incaran
Terkini
-
Rahasia Gaji Ronaldinho di Barca Legends Dibongkar Eks Rekan Patrick Kluivert
-
Pesta Gol di Allianz Arena! Bayern Munich Bungkam Tottenham, Harry Kane Permalukan Mantan
-
Ronald Koeman Raih Penghargaan Tertinggi Eredivisie, Patrick Kluivert Gak Dapat?
-
Eks Pelatih FC Twente dan Pemain Keturunan Ditahan Kasus Pelecehan Seksual
-
Air Mata Jose Mourinho untuk Jorge Costa
-
Son Heung-Min ke LAFC: Rekor Transfer MLS Pecah, Ancaman Baru Maarten Paes
-
Kevin Diks Pemimpin Baru Gladbach? Hattrick Trofi dan Penalti Dingin Curi Perhatian
-
Geger! Bodyguard Messi, Yassine Cheuko Kena Banned Gegara Insiden Panas
-
Detik-detik Lionel Messi Terkapar, Pelatih Inter Miami Ungkap Kondisi La Pulga
-
Pantas Diganti Shin Tae-yong! Laga Terakhir Lawan Suwon FC, Kim Pan Gon Gagal Bawa Ulsan Menang