Minggu, 26 September 2021
Irwan Febri Rialdi : Kamis, 05 Agustus 2021 | 19:38 WIB

Bolatimes.com - Sepak bola selalu menghadirkan sisi unik yang kadang sulit dinalar manusia. Salah satunya adalah kisah klub Brunei Darussalam, DPMM FC, yang pernah bermain di 3 liga berbeda.

DPMM FC sendiri merupakan klub asal Brunei Darussalam yang dibentuk pada tahun 1994 dan dimiliki oleh putra mahkota, Pangeran Al-Muhtadee Billah.

Pada mulanya, DPMM FC ini merupakan klub sepak bola perguruan tinggi di Bandar Seri Begawan ibu kota Brunei Darussalam.

Seiring berjalannya waktu, DPMM FC berubah menjadi klub profesional pada tahun 2000 dan mulai berkompetisi di ranah kompetitif.

Kesuksesan singkat pun diraih DPMM FC di awal masuk ranah kompetitif, yakni dengan menjuarai Brunei Premier League di tahun 2002 dan 2004, Piala FA Brunei 2004 dan Piala Super Brunei pada tahun 2002 dan 2004.

Pada 2005, DPMM FC mengambil keputusan besar dengan mencari tantangan di kompetisi lain. Hal ini tak lepas dari fakta bahwa mereka tak memiliki lawan sepadan.

Dari ide inilah, DPMM FC mulai keluar kandang dan mengekspansi kompetisi lain yakni di Malaysia dan Singapura.

Bermain di tiga Liga Berbeda

Pertama kali DPMM FC mencicipi kompetisi di negara lain adalah pada pertengahan 2005 dengan bergabung Malaysia Premier League atau kasta kedua sepak bola Malaysia.

Tak sampai satu musim, DPMM FC promosi ke Malaysia Super League (kasta teratas) di mana di musim pertamanya, mereka mampu menempati peringkat ketiga.

Uniknya, di waktu bersamaan dengan kesertaannya di liga Malaysia, DPMM FC juga bermain di Piala Singapura sejak 2004 setelah Asosiasi Sepak Bola Singapura mengundang tim lainnya untuk berpartisipasi.

Setelah mencicipi persaingan di liga Malaysia, DPMM FC melebarkan sayapnya ke S-League atau Liga Singapura sejak 2009.

Tak butuh waktu lama, DPMM FC mampu menjuarai Piala Liga Singapura pada Juni 2009 dengan mengalahkan Singapore Armed Forces Football Club lewat drama adu penalti.

Sayangnya, di tahun yang sama Asosiasi Sepak Bola Brunei Darussalam dibekukan oleh FIFA yang membuat DPMM FC kena getahnya dan tak bisa berpartisipasi di kompetisi negara lain.

Singkat cerita, 20 bulan kemudian FIFA mencabut sanksinya untuk Asosiasi Sepak Bola Brunei Darussalam dan membuat DPMM FC kembali berlaga di S-League di tahun 2012.

Sejak saat itu, DPMM  FC menorehkan tinta emas di kompetisi negara lain dengan menjuarai S-League pada 2015 dan sempat ditangani pelatih kenamaan Inggris, Steve Kean pada 2014.

Kontributor: Zulfikar Pamungkas Indrawijaya

BACA SELANJUTNYA

5 Pemain dengan Catatan Assist Terbanyak, Messi Nomor Satu