Bolatimes.com - Duel tim kuda hitam antara Republik Ceko vs Denmark dalam perempatfinal Euro 2020 akan tersaji di Stadion Olimpiade Baku, Azerbaijan, Sabtu (03/07/21) malam WIB.
Timnas Republik Ceko berhasil melangkah ke babak perempatfinal usai menumbangkan tim unggulan, Belanda dengan skor 2-0. Sedangkan Timnas Denmark, berhasil melangkah ke perempat final usai menang 4-0 atas Wales.
Berstatus kuda hitam, duel kedua tim diyakini akan berlangsung dengan intensitas tinggi, mengingat mereka ingin mengulangi sejarah di ajang ini.
Ceko ingin menyamai sejarah saat menjadi kampiun kala memenangkan Euro 1976 kala masih bernama Cekoslovakia. Usai resmi berdiri sendiri, pencapaian terbaik tim Lokomotiv hanya menjadi Runner Up di Euro 1996 karena tumbang akibat aturan Golden Goal.
Denmark pun tak mau ketinggalan. Tim Dinamit punya keyakinan tinggi di Euro 2020 untuk mengulangi pencapaian pendahulunya yang menjuarai Euro 1992.
Dengan status yang sama, sejarah yang hampir sama, sulit untuk menebak siapa di antara kedua tim ini yang akan merebut satu tiket ke semifinal.
Denmark dengan kisahnya di Euro 2020 kali ini pun diyakini akan diunggulkan atas Ceko, apalagi jika menilik beberapa alasan di bawah ini.
1. Kemenangan untuk Christian Eriksen
Kejadian yang menimpa Christian Eriksen di laga pertama Denmark di Euro 2020 secara tak langsung memberikan suntikan moral untuk skuat tim Dinamit.
Kolapsnya sang bintang di atas lapangan memang membuat skuat Denmark terpukul. Namun di sisi lain, kejadian itu membuat tim Dinamit kian solid.
Sejak kejadian itu, dua kemenangan yang diraih Denmark selalu ditujukan untuk Eriksen. Dengan keinginan yang sama, tentu tim Dinamit akan mencoba menumbangkan Ceko dan memberikan kemenangan itu untuk kesembuhan Eriksen.
2. Lini Serang Denmark yang Produktif
Denmark menjadi salah satu tim dengan lini serang yang produktif di Euro 2020 sejauh ini. Hal ini tak lepas dari torehan delapan gol dari dua laga terakhirnya.
Gelontoran delapan gol dari dua laga bukanlah suatu hal yang kebetulan. Menurut data yang dirangkum dari Flashscore, dari delapan tim yang menembus perempat final hanya Denmark saja tim yang bisa melepaskan enam tembakan ke gawang atau lebih.
Catatan tersebut merupakan suatu hal yang mengagumkan. Apalagi, Denmark dikenal defensif karena memainkan formasi tiga bek.
Dengan catatan seperti itu, Denmark pun akan mencoba menguji seberapa kuat pertahanan Ceko yang baru kebobolan dua gol atau yang tersedikit di Euro 2020 bersama Italia.
3. Aroma Balas Dendam
Untuk pertama kalinya, Denmark kembali ke perempat final sejak Euro 2004. Di tahun tersebut, tim Dinamit tumbang dari Ceko, calon lawannya di babak perempat final Euro 2020, dengan skor 0-3.
Dengan kekalahan 0-3 tersebut, Denmark pun diprediksi akan mengusung misi untuk membalaskan dendamnya ke Ceko pada 2004 silam.
Selain itu, Denmark juga ingin mengubah nasib yang selalu jadi bulan-bulanan Ceko. Sebagai informasi, dalam 25 pertemuannya di segala ajang dengan tim Lokomotiv, tim Dinamit hanya menang dua kali, dan selalu kalah saat berjumpa di ajang Euro.
Tag
Berita Terkait
-
Membedah Peta Kekuatan Timnas Inggris di Euro 2024, Potensi Lolos 16 Besar hingga Lawan yang Dihadapi
-
Cristiano Ronaldo Gacor, Data Fakta Portugal 100 Persen Kemenangan di OTW Euro 2024, jumlah Gol Bikin Geleng-Geleng
-
Profil Rasmus Hojlund, Erling Haaland-nya Timnas Denmark
-
Kualitas Liga Indonesia Disindir, Seberapa Hebat Kualitas Timnas Republik Ceko?
-
Pelatih Timnas Republik Ceko Sebut Kualitas Liga Indonesia Agak Rapuh
-
Profil Jaroslav Silhavy, Pelatih yang Panggil Bek Persija Jakarta ke Timnas Republik Ceko
-
Profil Timnas Denmark di Piala Dunia 2022, Tim Penuh Kejutan yang Jadi Ancaman
-
Jadi Rekan Setim Ondrej Kudela, Muhammad Ferarri Bertekad Curi Ilmu Sebanyak-banyaknya
-
Christian Eriksen Resmi Gabung Manchester United, Dikontrak Tiga Tahun
-
Media Ceko Ungkap 'Borok' Michael Krmencik, Bakal Mengecewakan Persija Jakarta?
Terkini
-
Rahasia Gaji Ronaldinho di Barca Legends Dibongkar Eks Rekan Patrick Kluivert
-
Pesta Gol di Allianz Arena! Bayern Munich Bungkam Tottenham, Harry Kane Permalukan Mantan
-
Ronald Koeman Raih Penghargaan Tertinggi Eredivisie, Patrick Kluivert Gak Dapat?
-
Eks Pelatih FC Twente dan Pemain Keturunan Ditahan Kasus Pelecehan Seksual
-
Air Mata Jose Mourinho untuk Jorge Costa
-
Son Heung-Min ke LAFC: Rekor Transfer MLS Pecah, Ancaman Baru Maarten Paes
-
Kevin Diks Pemimpin Baru Gladbach? Hattrick Trofi dan Penalti Dingin Curi Perhatian
-
Geger! Bodyguard Messi, Yassine Cheuko Kena Banned Gegara Insiden Panas
-
Detik-detik Lionel Messi Terkapar, Pelatih Inter Miami Ungkap Kondisi La Pulga
-
Pantas Diganti Shin Tae-yong! Laga Terakhir Lawan Suwon FC, Kim Pan Gon Gagal Bawa Ulsan Menang