Bolatimes.com - Spanyol akan menghadapi Slovakia pada laga terakhir fase grup di Estadio de la Cartuja di Sevilla, Rabu (23/6/2021) pukul 23.00 WIB. Skuat La Furia Roja tak punya pilihan selain mengalahkan Slovakia yang cukup seri agar lolos ke 16 Besar.
Pelatih Spanyol Luis Enrique memperkirakan Slovakia akan menumpuk pemain di belakang untuk bermain defensif agar tak kehilangan poin.
Spanyol tak bisa menembus pertahanan ultra defensif Swedia pada pertandingan pertama yang kemungkinan akan diadopsi juga oleh Slovakia. Sedangkan melawan Polandia yang bermain lebih terbuka, La Roja juga hanya bisa seri 1-1.
Untuk itu, Spanyol baru mengemas dua poin, sedangkan Slovakia sudah tiga poin. Slovakia akan pragmatis bertahan untuk memetik satu poin lagi yang sudah cukup membawa mereka ke fase gugur.
“Mereka akan bertahan, tak diragukan lagi, seri sudah cukup bagi mereka, jadi saya harap kami bisa memecahkan kebuntuan sesegera mungkin karena laga ini akan berat,” kata Enrique seperti dikutip Reuters.
Enrique hanya mengubah satu pemain dalam susunan sebelas pemain pertamanya dengan cuma memasukkan Gerard Moreno untuk mengisi posisi Ferran Torres.
Namun dalam sesi latihan Selasa yang terbuka untuk media, dia memamerkan formasi baru yang membuat media berspekulasi Spanyol akan menggunakan pendekatan berbeda saat menghadapi Slovakia. Dia mungkin akan mengganti enam starternya.
Dia akan menempatkan Cesar Azpilicueta dalam posisi bek kanan, Jose Gaya kiri sehingga Jordi Alba tak terpakai, sedangkan Eric Garcia menggantikan Pau Torres sebagai bek tengah.
Kapten Sergio Busquets dan gelandang Thiago Alcantara yang belum pernah menjadi starter, akan dimainkan sejak awal guna bermitra dengan Pedri. Untuk lini depan, Enrique akan memasang Pablo Sarabia bersama Gerard Moreno dan Alvaro Morata.
Enrique memang tidak eksplisit mengatakan akan mengubah total formasi skuadnya, namun dia mengisyaratkan itu dengan berkata, “saya mungkin mengubahnya, mungkin juga tidak. Semua dari 24 pemain dalam skuad kami mampu memberikan kemenangan pertama kepada kami.”
Slovakia yang satu tingkat di atas Spanyol dalam klasemen Grup E mengaku diri tetap underdog. “Dengan kualitas yang mereka miliki dan peluang yang mereka ciptakan, kami akan butuh keberuntungan saat bertahan menghadapi mereka dan menetralisir striker-striker mereka,” kata pelatih Stefan Tarkovic.
Kembali masuknya Sergio Busquets setelah isolasi Covid-19 makin memperberat Slovakia yang disebut Tarkovic bakal membuat lapangan tengah Spanyol lebih tenang dan lebih berkualitas.
Slovakia yang lolos ke fase knockout dalam dua putaran final Euro sebelumnya, mengalahkan Polandia pada laga pembuka sebelum takluk kepada Swedia, jarang sekali mengancam gawang kedua lawannya itu.
Tarkovic sadar bakal didikte Spanyol. Tak banyak yang dia minta dari skuadnya, kecuali bertransisi cepat dari bertahan menjadi menyerang, begitu ada kesempatan, dan memainkan bola selama mungkin untuk merusak ritme Spanyol.
Fakta Spanyol tidak klinis dan ini bakal membuat pemain-pemainnya makin tertekan bisa menguntungkan Slovakia. Pada dua laga terdahulu, Spanyol mungkin masih tak apa seri sehingga tekanan untuk menang tidak sebesar saat ini. Dan tekanan yang terlalu besar bisa merusak irama permainan Spanyol.
Slovakia bisa melihat hal ini celah untuk memetik poin. Namun mereka tak mau gegabah dalam menaksir kemampuan Spanyol memenangkan lagi hanya karena tak berhasil dalam dua laga sebelumnya.
“Semua orang terkejut (oleh awal lamban Spanyol) tetapi itu tak berarti apa-apa bagi kami. Jika kami ingin lolos maka kami memerlukan sesuatu dari pertandingan ini,” kata kapten Marek Hamsik yang mengisyaratkan Slovakia bakal mengandalkan pertahanan.
Prediksi sebelas pemain pertama
Slovakia (4-2-3-1): Martin Dubravka; Peter Pekarík, Lubomir Satka, Milan Skriniar, Tomas Hubocan; Juraj Kucka, Patrik Hrosovsky; Lukas Haraslin, Marek Hamsik, Robert Mak; Ondrej Duda.
Spanyol (4-3-3): Unai Simon; Marcos Llorente, Aymeric Laporte, Pau Torres, Jordi Alba; Pedri, Sergio Busquets, Thiago Alcantara; Gerard Moreno, Alvaro Morata, Pablo Sarabia
(Antara)
Berita Terkait
-
Skandal Pesta Liar, Jawaban Lamine Yamal Singkat Jelas Padat: Nikmatnya Hidup!
-
Legenda Real Madrid Raul Jadi Kandidat Kuat Pelatih Spanyol U-21
-
Fabio Quartararo Tak Ingin Kendorkan Semangat di MotoGP Jerez
-
Jadwal MotoGP Spanyol 2024, Diggia dan Bezzecchi Mengaku Optimistis
-
5 Negara Kandidat Kuat Juara Euro 2024, No 4 Ingin Ukir Sejarah
-
Prediksi Euro 2024: 5 Pertandingan Babak Grup Patut Disaksikan, Satu di Antaranya Spanyol vs Italia
-
Keputusan Berani Leonardo Bonucci demi Bisa Perkuat Timnas Italia Bertarung di Euro 2024
-
Mentalitas Jepang U-17 di Piala Dunia U-17 2023 Jadi Sorotan: Beda Sama di Sini, Kalau Kalah Malah Ngerusak
-
Cristiano Ronaldo Gacor, Data Fakta Portugal 100 Persen Kemenangan di OTW Euro 2024, jumlah Gol Bikin Geleng-Geleng
-
Spanyol Menang, Bintang Muda FC Barcelona Alami Cedera Serius
Terkini
-
Rahasia Gaji Ronaldinho di Barca Legends Dibongkar Eks Rekan Patrick Kluivert
-
Pesta Gol di Allianz Arena! Bayern Munich Bungkam Tottenham, Harry Kane Permalukan Mantan
-
Ronald Koeman Raih Penghargaan Tertinggi Eredivisie, Patrick Kluivert Gak Dapat?
-
Eks Pelatih FC Twente dan Pemain Keturunan Ditahan Kasus Pelecehan Seksual
-
Air Mata Jose Mourinho untuk Jorge Costa
-
Son Heung-Min ke LAFC: Rekor Transfer MLS Pecah, Ancaman Baru Maarten Paes
-
Kevin Diks Pemimpin Baru Gladbach? Hattrick Trofi dan Penalti Dingin Curi Perhatian
-
Geger! Bodyguard Messi, Yassine Cheuko Kena Banned Gegara Insiden Panas
-
Detik-detik Lionel Messi Terkapar, Pelatih Inter Miami Ungkap Kondisi La Pulga
-
Pantas Diganti Shin Tae-yong! Laga Terakhir Lawan Suwon FC, Kim Pan Gon Gagal Bawa Ulsan Menang