Bolatimes.com - Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, mengakui bahwa timnya kalah kelas dari Barcelona. Hal tersebut diungkapkan setelah Setan Merah dilumat El Barca tiga gol tanpa balas dalam laga leg kedua perempatfinal Liga Champions 2018/2019 di Camp Nou, Rabu (17/4/2019) dini hari WIB.
Akibat kekalahan tersebut, langkah Manchester United di Liga Champions musim ini pun harus terhenti. The Red Devils kalah agregat 0-4 dari Barcelona, usai pada leg pertama di Old Trafford pekan lalu juga keok dengan skor 0-1.
Lionel Messi menjadi mimpi buruk bagi Manchester United di laga dini hari tadi. Megabintang asal Argentina itu mencetak dua gol pada babak pertama, yang disempurnakan gol cantik Philippe Coutinho pada paruh babak kedua.
Selain jantan mengakui kekalahan timnya, Solskjaer sendiri juga menyebut jika Manchester United harus menjadikan Barcelona sebagai role-model terkait level permainan di masa depan.
"Jika Anda menginginkan hasil, Anda butuh performa. Sayang, performa kami tak sesuai ekspektasi pada laga hari ini," buka Solskjaer di laman resmi UEFA.
"Kami menciptakan sejumlah peluang bagus di 15 menit pertama. Namun kemudian Messi menempatkan bola ke pojok gawang (yang berbuah gol pada pertama pada menit 16)," papar pelatih berusia 46 tahun itu.
"Saya harus katakan, dia itu pemain yang sangat berkualitas, dia membuat perbedaan. Dia dan Cristiano Ronaldo sudah menjadi pemain terbaik untuk satu dekade terakhir dan malam ini dia menunjukkan kualitasnya sekali lagi," celotehnya.
"Adapun Barcelona sebagai tim adalah level yang harus jadi patokan kami, yang harus kami capai di masa depan. Kami tahu kami bisa sampai ke sana, namun ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan," lanjut Solskjaer.
"Jika kami ingin mendukung tradisi dan level Man United, kami tahu kami harus menantang Barcelona. Saya harus katakan mereka ada dua level di atas kami hari ini dan saat di Old Trafford. Kami memang kalah kualitas," tuntas juru taktik berpaspor Norwegia tersebut.
Tag
Berita Terkait
-
Grimsby Town Tantang Manchester United, Mimpi atau Bencana?
-
Marcus Rashford Bongkar Kekacauan MU: Tidak Ada Rencana Jangka Panjang
-
Inigo Martinez Pilih Uang Besar daripada Treble Bersama Barcelona
-
Harry Maguire Blak-blakan: Semua Benci Manchester United!
-
Lamine Yamal Diklaim Calon Ballon dOr, Lewandowski: Kalau Bukan Tahun Ini, Tahun Depan
-
Real Madrid vs Javier Tebas: Perang Besar Soal Laga Barcelona di Miami
-
Alejandro Garnacho Ancam Manchester United: Lepas ke Chelsea atau Saya Magabut
-
Statistik Menggila! Inilah Alasan Benjamin Sesko Layak Jadi Mesin Gol Setan Merah
-
Gila-Gilaan! MU Mau Datangkan Duo Bintang Premier League dan PSG Sekaligus
-
Geger di Old Trafford! Suporter Man United Batalkan Demo Besar, Ada Apa?
Terkini
-
Rahasia Gaji Ronaldinho di Barca Legends Dibongkar Eks Rekan Patrick Kluivert
-
Pesta Gol di Allianz Arena! Bayern Munich Bungkam Tottenham, Harry Kane Permalukan Mantan
-
Ronald Koeman Raih Penghargaan Tertinggi Eredivisie, Patrick Kluivert Gak Dapat?
-
Eks Pelatih FC Twente dan Pemain Keturunan Ditahan Kasus Pelecehan Seksual
-
Air Mata Jose Mourinho untuk Jorge Costa
-
Son Heung-Min ke LAFC: Rekor Transfer MLS Pecah, Ancaman Baru Maarten Paes
-
Kevin Diks Pemimpin Baru Gladbach? Hattrick Trofi dan Penalti Dingin Curi Perhatian
-
Geger! Bodyguard Messi, Yassine Cheuko Kena Banned Gegara Insiden Panas
-
Detik-detik Lionel Messi Terkapar, Pelatih Inter Miami Ungkap Kondisi La Pulga
-
Pantas Diganti Shin Tae-yong! Laga Terakhir Lawan Suwon FC, Kim Pan Gon Gagal Bawa Ulsan Menang