Galih Priatmojo | Andiarsa Nata
Mantan penyerang Inter Milan, Adriano Leite Riberio (Damien Meyer/AFP)

Bolatimes.com - Mantan penyerang andalan Inter Milan sekaligus Timnas Brasil, Adriano Leite Riberio mengungkapkan apa penyebab karier sepakbolanya hancur dalam waktu singkat di usia yang masih muda.

Tidak dipungkiri, Adriano adalah pesepak bola yang dulu diramal akan menjadi pemain yang mampu mengguncang dunia sepakbola dengan bakat yang dimilikinya.

Mempunyai postur yang besar, tangguh, dan mematikan di depan gawang membuat Adriano ditakuti oleh lawan-lawannya ketika masih membela Parma dan Inter Milan.

Baca Juga:
Joachim Low Menyesal Coret Leroy Sane dari Timnas Jerman

Selain itu, Adriano mempunyai semua kemampuan yang membuatnya bisa menjadi sosok pengganti Ronaldo sebagai penyerang terbaik di Brasil.

Namun di saat Adriano tengah berada di puncak kariernya, tiba-tiba saja performanya mulai menurun secara drastis dan mengalami peningkatan berat badan saat usianya masih berusia 26 tahun.

Penyebab hancurnya karier Adriano disebabkan oleh kematian sang ayah yang akhirnya membuatnya depresi. Penderitaan yang ia alami membuatnya merasa sendiri dan berujung menjadi seorang pecandu alkohol.

Baca Juga:
Abramovich Pergi? Chelsea Akan Dapat Masalah Serius

Adriano dijaga oleh gelandang Manchester United, Michael Carrick saat Liga Champions 2009 (Giuseppe Cacace/AFP)

''Hanya aku yang tahu betapa aku menderita. Kematian ayahku meninggalkanku dengan kekosongan besar. Aku merasa sangat kesepian. Setelah kematiannya, segalanya memburuk, karena aku mengisolasi diriku sendiri,'' ungkap Adriano seperti yang dikutip dari Sportbible.

''Saya sendirian di Italia, sedih dan depresi, dan kemudian saya mulai minum. Saya hanya merasa bahagia ketika saya minum, saya akan melakukannya setiap malam. Saya meminum semua yang bisa saya dapatkan,'' lanjutnya bercerita.

Adriano bahkan mengaku pernah datang ke sesi latihan Inter Milan dalam keadaan mabuk. Hal itu juga yang membuatnya sering dibawa staf medis ke ruang kesehatan.

Baca Juga:
Berkali-kali Susah Hubungi Ozil, Joachim Loew Dibuat Patah Hati

Kondisi Adriano diakui diperparah oleh lingkungannya, teman-temannya yang sering mengajaknya minum membuatnya sulit keluar dari masa kelam tersebut. Tetapi pada akhirnya, ia berhasil keluar dari masa kelam itu ketika memutuskan untuk kembali ke Brasil. Meski menghabiskan banyak uang, tapi Adriano mengaku ia telah menemukan kebahagiaan.

''Saya tidak berhenti minum dan pada akhirnya saya harus meninggalkan Inter. Saya tidak tahu bagaimana menyembunyikannya. Saya tiba mabuk di pagi hari untuk sesi latihan. Saya selalu muncul, bahkan jika saya benar-benar mabuk dan staf medis harus membawa saya tidur di ruang kesehatan,'' terang pria yang kini berusia 36 tahun ini.

''Saya kemudian menyadari bahwa masalahnya adalah orang-orang di sekitar saya, teman-teman yang tidak memikirkan apa pun kecuali membawa saya ke pesta dengan wanita dan alkohol, tanpa memikirkan apa pun. Dengan kembali ke Brasil, saya memang menghabiskan banyak uang, tetapi saya mendapatkan kebahagiaan,'' tutup Adriano.

Baca Juga:
8 Tim Kuat Ancam MU di Fase Grup Liga Champions 2018/19

Load More