bolatimes.com - Pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong, lapang dada menerima pemecatannya sebagai pelatih tim nasional Indonesia.
STY, sapaan akrabnya, secara resmi diberhentikan oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) pada 6 Januari.
"Di belakang layar, semua orang di sini dengan antusias mendukung saya, jadi saya berdiri di sini dan saya yakin bahwa saya bisa pulang dengan senyuman," kata Shin Tae-yong dikutip dari Yonhap News, Kamis.
Mantan pelatih Korea Selatan tersebut mengutarakan kronologi pemecatannya yang diketahui secara mendadak.
STY mengatakan baru mendapatkan pemberitahuan pemecatan pada 6 Januari pukul 9.40 WIB. Dalam pemberitahuan tersebut, pelatih berusia 54 tahun tersebut juga diberi informasi mengenai pelatih pengganti yang akan diumumkan oleh PSSI pada pukul 12.00 WIB.
Mantan pelatih Seongnam Ilhwa Chunma tersebut mengungkapkan akan tetap mengunjungi Indonesia karena telah mempunyai ikatan emosional.
"Meskipun saya akan kembali ke Korea Selatan, saya akan sering datang karena saya mencintai Indonesia, dan saya berharap dapat melihat (perkembangan sepak bola) di negara lain atau di Korea dengan cara yang lebih baik," ujar mantan asisten pelatih Quensland Roar itu.
Tim nasional Indonesia telah mengumumkan pengganti STY yakni legenda sepak bola Belanda Patrick Kluivert yang diperkenalkan secara resmi pada 12 Januari.
Terpopuler
-
Laba Bersih DIGI Melonjak 45,1 Persen, Arkadia Digital Media Perkuat Bisnis AI dan Jaga Fundamental Keuangan
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media Melonjak 45,1 Persen pada 2025, Sentuh Rp1,76 Miliar
-
8 Cara Menyiapkan Dana Darurat dengan Tepat untuk Kestabilan Keuangan
-
6 Tips Agar Perjalanan Mudik Lebih Nyaman saat Naik Pesawat
-
Tantangan Pengangguran Muda Menguat, YES 2025 Dorong Arah Baru Ekonomi Hijau, Digital, dan Hilirisasi
Terkini
-
Delapan Tangan Leo Navacchio: Rekor Gila di Pekan Pembuka BRI Super League
-
Reza Arya Cetak Rekor 100 Laga, Bakal Geser Maarten Paes dan Emil Audero?
-
Persib Incar Awal Musim Sempurna: Juara Liga dan Tembus Asia
-
Rumput JIS Kembali Jadi Polemik: Kenapa Lapangan Rp2 Triliun Selalu Jadi Sorotan?
-
Markas Persija Disindir Mantan: Stadion Bagus, Tapi Rumput Tak Ada yang Urus