bolatimes.com - Pelatih Jepang, Hajime Moriyasu setelah pertandingan melawan Timnas Indonesia, dia memuji Shin Tae-yong yang disebut membawa perubahan pesat.
Jepang akhirnya melangkah ke babak 16 besar Piala Asia 2023 usai menang 3-1 dari Timnas Indonesia. Namun mereka tetap berada di peringkat dua, karena kalah jumlah poin dari Irak sebagai juara Grup D.
Irak mengoleksi sembilan poin, sementara Jepang hanya enam dan diikuti Timnas Indonesia dengan torengan tiga angka.
Kemungkinan besar peringkat dua Grup D akan bertemu dengan Korea Selatan yang berpeluang menjadi juara Grup E. Jika hal tersebut terjadi, maka Jepang bakal melawan Korea.
Oleh sebabnya, usai pertandingan melawan Samurai Biru, pelatih Gatuda, Shin Tae-yong mempunyai harapan untuk Korea Selatan.
Shin Tae-yong yang juga berasal dari Korea Selatan ingin Jepang kalah apabila mereka saling jumpa di babak 16 besar. Tetapi, pelatih Indonesia ini mengucapkan terima kasih atas pujian dari Moriyasu.
"Selamat kepada Moriyasu. Saya mengatakan kepadanya bahwa Jepang adalah tim yang bagus, dan dia mengatakan Indonesia bermain bagus untuk tim muda dan kami meningkat," kata Shin, seperti dikutip dari sosial media X @realstevscores, Kamis, (25/1).
"Saya berterima kasih atas kinerjanya. kata-kata yang baik, tapi saya berharap Korea mengalahkan mereka jika mereka bermain (di 16 besar)," imbuhnya.
Terpopuler
-
Penyelamatan Gemilang Maarten Paes Raih Pujian dari Ajax Amsterdam
-
Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
-
Calvin Verdonk Cetak Sejarah Baru Dalam Skuad Liga Champions Eropa
-
Alasan Mees Hilgers Belum Diturunkan SC Heerenveen di Eredivisie
-
Piala Dunia Wanita 2035 Jadi Fokus Utama Pembinaan MLSC di Semarang
Terkini
-
Alasan Mees Hilgers Belum Diturunkan SC Heerenveen di Eredivisie
-
Dapat Klub Baru, Bagaimana Nasib Mees Hilgers di Timnas Indonesia?
-
Yoshimi Ogawa Ungkap Kenapa Wasit Asing Tak Lagi Rutin di Super League 2026/2027
-
Delapan Tangan Leo Navacchio: Rekor Gila di Pekan Pembuka BRI Super League
-
Reza Arya Cetak Rekor 100 Laga, Bakal Geser Maarten Paes dan Emil Audero?