hitekno.com - Berapa harga pasar Justin Hubner, pemain asing Timnas Indonesia keturunan Belanda yang telah resmi dinaturalisasi?
Pemilik nama legkap Justin Quincy Hubner, namanya semakin menjadi perbincangan hangat setelah menyandang status WNI sejak 19 Desember 2023 lalu.
Pesepakbola yang pernah menjadi kapten di club Wolverhampton Wanderers U-21 itu juga telah resmi mendapatkan market valuenya yang pertama.
Meski pernah berkarir di Liga Inggris, ternyata harga pasar Justin Hubner masih kalah dengan empat pemain Timnas Indonesia ini.
Dilansir dari transfermarket.com, saat ini anggota Timnas Indonesia berusia 20 tahun itu memiliki nilai pasar 200 Euro atau setara dengan angka Rp. 3,4 Miliar.
Ya, nilai pasar Justin Hubner masih dikalahkan oleh Rizky Ridho pemain Persija Jakarta yang memiliki nilai market 6,3 miliar.
Walau demikian bukan berararti nilai pasar bek Timnas Indonesia ini paling rendah. Ada empat pemain Timnas lain yang harganya di bawah Justin Hubner, mereka adalah Hokky Caraka (200 ribu Euro, setara Rp2,97 miliar), Shayrul Trisna (175 ribu Euro, setara Rp2,97 miliar), serta Rafael Struick (75 ribu Euro, Rp1,27 miliar).
Lantas siapa pemegang pasar tertinggi pemain di Timnas Indonesia? Hingga artikel ini ditulis, Shandy Walsh masih menduduki posisi pertama dengan nilai transfer market 25,5 miliar.(*)
Terpopuler
-
Dapat Klub Baru, Bagaimana Nasib Mees Hilgers di Timnas Indonesia?
-
Yoshimi Ogawa Ungkap Kenapa Wasit Asing Tak Lagi Rutin di Super League 2026/2027
-
Asal-Usul Tenis Lapangan, Sejaran dan Perkembangannya hingga Sampai di Indonesia
-
Local Media Community: Masukan untuk Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
Roberto Mancini Targetkan Dua Trofi Juara untuk Timnas Italia
Terkini
-
Dapat Klub Baru, Bagaimana Nasib Mees Hilgers di Timnas Indonesia?
-
Delapan Tangan Leo Navacchio: Rekor Gila di Pekan Pembuka BRI Super League
-
Reza Arya Cetak Rekor 100 Laga, Bakal Geser Maarten Paes dan Emil Audero?
-
Persib Incar Awal Musim Sempurna: Juara Liga dan Tembus Asia
-
Rumput JIS Kembali Jadi Polemik: Kenapa Lapangan Rp2 Triliun Selalu Jadi Sorotan?