hitekno.com - Salah satu Anggota Tim Satgas Anti Mafia Bola PSSI sekaligus sebagai Pengamat Sepak Bola, Akmal Marhali mengungkapkan, dirinya mengkritik naturalisasi bukan karena benci, bahkan dia menegaskan, mereka memiliki yang sama seperti pemain Timnas Indonesia lainnya.
Nama Akmal Marhali sebelumnya sempat viral lantaran beberapa kritikannya ke PSSI yang melakukan naturalisasi, agar Timnas Indonesia mendapatkan pemain keturunan.
Namun, menurut Akmal Marhali, sebagian publik menyalah artikan kritikan yang ia beri ke PSSI perihal naturalisasi di Timnas Indonesia.
Akmal mengaku, kritikannya bukan karena benci secara personal terhadap pemain keturunan, melainkan cara atau proses PSSI untuk memperkuat materi Timnas.
"Saya termasuk orang yang menentang naturalisasi, bukan orangnya, tapi caranya," ungkapnya, dikutip dari kanal YouTube Mahardika Entertainment, (27/11).
Selanjutnya Akmal menegaskan, pemain keturunan yang sebelumnya adalah warga negara asing kemudian telah dinaturalisasi, maka haknya seperti warga negara Indonesia pada umumnya.
"Kalau kemudian dia sudah jadi warga negara Indonesia, ya dia punya hak yang sama, dia adalah warga Indonesia, dan dia punya hak yang sama bermain di Tim Nasional," paparnya.
Menurut Akmal, proses naturalisasi yang benar adalah seperti Cristian Gonzales, bahkan sang Pengamat cukup geram apabila ada motif uang di balik perekrutan pemain naturalisasi.
Terpopuler
-
Roberto Mancini Targetkan Dua Trofi Juara untuk Timnas Italia
-
Mengintip Kekuatan Skuat Timor Leste Jelang Laga Kontra Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
-
Laba Bersih DIGI Melonjak 45,1 Persen, Arkadia Digital Media Perkuat Bisnis AI dan Jaga Fundamental Keuangan
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media Melonjak 45,1 Persen pada 2025, Sentuh Rp1,76 Miliar
-
8 Cara Menyiapkan Dana Darurat dengan Tepat untuk Kestabilan Keuangan
Terkini
-
Delapan Tangan Leo Navacchio: Rekor Gila di Pekan Pembuka BRI Super League
-
Reza Arya Cetak Rekor 100 Laga, Bakal Geser Maarten Paes dan Emil Audero?
-
Persib Incar Awal Musim Sempurna: Juara Liga dan Tembus Asia
-
Rumput JIS Kembali Jadi Polemik: Kenapa Lapangan Rp2 Triliun Selalu Jadi Sorotan?
-
Markas Persija Disindir Mantan: Stadion Bagus, Tapi Rumput Tak Ada yang Urus