bolatimes.com - Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong angkat suara terkait hasil imbang 1-1 yang diraih Skuad Garuda saat kontra Filipina pada kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Menurutnya karakter lapangan Rizal Memoriam Stadium menjadikan anak asuhnya bermain buruk pada laga tersebut.
Meski demikian pelatih asal Korea Selatan itu mengaku bahwa dirinya bersama Skuad Garuda tidak pernah menyerah.
“Kami tidak tampil bagus di dua puluh menit pertama karena berkaitan dengan karakter lapangan,” ujarnya dikutip bolatimes.com dari @timnas.indonesia.
“Tapi kami tidak menyerah, meski tertinggal lebih dulu,” sambung Shin Tae-yong.
Shin Tae-yong juga memberikan apresiasi terhadap semua anak asuhnya karena berhasil membawa pulang satu poin berharga dari Filipina.
Selain itu, pria kelahiran 11 April 1970 tersebut juga memuji penampilan Filipina yang tampil bagus saat berhadapan dengan Timnas Indonesia.
“Terima kasih kepada pemain, terima kasih juga kepada Filipina yang telah memperlihatkan permainan bagus,” kata Shin Tae-yong.
Sebelumnya striker Timnas Indonesia Rafael Struick juga sempat mengeluhkan kondisi lapangan Rizal Memoriam Stadium jelang pertandingan lawan Filipina digelar.
Bukan bermaksud tidak menghargai namun menurut Struick, lapangan yang dilapisi dengan rumput sintetis tersebut sangat buruk dan terasa panas dan keras.(*)
Baca Juga
Tag
Terpopuler
-
Penyelamatan Gemilang Maarten Paes Raih Pujian dari Ajax Amsterdam
-
Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
-
Calvin Verdonk Cetak Sejarah Baru Dalam Skuad Liga Champions Eropa
-
Alasan Mees Hilgers Belum Diturunkan SC Heerenveen di Eredivisie
-
Piala Dunia Wanita 2035 Jadi Fokus Utama Pembinaan MLSC di Semarang
Terkini
-
Alasan Mees Hilgers Belum Diturunkan SC Heerenveen di Eredivisie
-
Dapat Klub Baru, Bagaimana Nasib Mees Hilgers di Timnas Indonesia?
-
Yoshimi Ogawa Ungkap Kenapa Wasit Asing Tak Lagi Rutin di Super League 2026/2027
-
Delapan Tangan Leo Navacchio: Rekor Gila di Pekan Pembuka BRI Super League
-
Reza Arya Cetak Rekor 100 Laga, Bakal Geser Maarten Paes dan Emil Audero?