Bolatimes.com - Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong menyebutkan bahwa pemain timnas Indonesia punya fisik selevel permain Korea Selatan (Korsel). Tapi, yang membedakan adalah mental.
Shin Tae-yong belum lama ini meraih penghargaan bergengsi di negaranya, yaitu Hall of Fame K League. Penghargaan tersebut diadakan langsung oleh Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) memperingati 40 tahun kompetisi.
Shin Tae-yong memenangkan Hall of Fame K-League dalam kategori Stars untuk generasi ketiga. Hal itu diumumkan K League pada Selasa (2/5/2023).
Juru taktik asal Korea Selatan tersebut dianggap berkontribusi untuk kemajuan Liga Korea Selatan saat menjadi pesepak bola.
Mengutip Suara.com, Shin Tae-yong diketahui memenangkan penghargaan Rookie of the Year pada 1992, mencatatkan rekor sebagai pemain yang masuk dalam Starting XI terbaik dalam sembilan musim, serta terpilih sebagai pemain terbaik liga pada 1995.
Lebih dari itu, Shin Tae-yong yang berposisi sebagai gelandang mampu mengemas 99 gol dan 68 assist dalam 401 penampilannya di K League. Dia menyabet penghargaan "Stars" setelah mendapa suara gabungan sebanyak 21.881.
Dalam pidatonya, Shin Tae-yong menyinggung timnas Indonesia dalam pidatonya. Ia menyebut skuad Garuda punya fisik yang mirip dengan pemain Korsel, tapi kalah dari mental.
"Saya berperan sebagai evangelis K League di Indonesia. Pemain Indonesia memiliki kondisi fisi yang mirip dengan Korea Selatan. Tapi perlu saya tekankan (Korsel) bisa berada di Piala Dunia sebanyak 10 kali adalah soal mental," ucap Shin Tae-yong dikutip dari Chosun, Kamis (4/5/2023).
Nah, Shin Tae-yong pun pernah bertekad bahwa dirinya ingin membuat sejarah membawa timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia. Semoga hal tersebut bisa jadi kenyataan.
Berita Terkait
-
Chelsea Juara Dunia, Bonus Rp249 Miliar Mengalir ke Keluarga Jota
-
Mees Hilgers Menghilang Saat FC Twente Digebuk Eliano Reijnders Dkk
-
Sassuolo: Dari Seluruh Keluarga Neroverde, Selamat Datang, Jay Idzes!
-
Justin Hubner: Saya Merasa Seperti Cristiano Ronaldo!
-
Jay Idzes Menuju Torino: Gaji Fantastis Menanti dan Rekor Sejarah Tercipta
-
Timnas Indonesia U-17 Siap Uji Nyali di Medan! Nova Arianto: Kami Sangat Butuh
-
Serie A Pangkas Gaji 25% Saat Degradasi: Nasib Jay Idzes di Venezia Terancam?
-
Timnas Indonesia U-17 Menuju Qatar: Piala Kemerdekaan 2025 Jadi Panggung untuk Eizar Jacob Cs
-
Son Heung-Min ke LAFC: Rekor Transfer MLS Pecah, Ancaman Baru Maarten Paes
-
Kebijakan Kontroversial FC Twente: Masa Depan Mees Hilgers Jadi Sorotan!
Terkini
-
Delapan Tangan Leo Navacchio: Rekor Gila di Pekan Pembuka BRI Super League
-
Rumput JIS Kembali Jadi Polemik: Kenapa Lapangan Rp2 Triliun Selalu Jadi Sorotan?
-
Persija Hancurkan Persita 4-0: Allano Menggila, Jakmania Ubah JIS Jadi Neraka
-
Sho Yamamoto dan Kodai Tanaka: Samurai Solo yang Bikin MU Mati Gaya
-
Senyum Kecut Johnny Jansen Pasca Bali United Gagal Kalahkan Persik
-
Duel Persija vs Persita: Debutan Membludak, Gol Seret, dan Rekor Head-to-Head Ketat!
-
Persik Kediri Turunkan Harga Tiket, Suporter Langsung Merapat: Termurah Cuma Rp35 Ribu
-
Timnas Putri U-17 Indonesia Siap Tempur di Grup C Kualifikasi Piala Asia AFC 2026
-
Reuni Eks Persib! Dewa vs Malut United, Laga Pembuka Sarat Nostalgia
-
Persib Bandung Bidik Hattrick Gelar dengan Darah Muda di BRI Super League 2025