Husna Rahmayunita
Pemain keturunan Jordi Amat tiba di Indonesia. (Instagram/@jordiamat5)

Bolatimes.com - Calon pemain naturalisasi Timnas Indonesia Jordi Amat diklaim akan merapat ke klub Liga Malaysia Johor Darul Takzim (JDT). Pelabuhan barunya pun akhirnya terungkap.

Pemilik JDT,  Tunku Ismail Sultan Ibrahim pada Senin (27/6/2022) mengumumkan perekrutan Jordi Amat oleh klubnya. Ia menerangkan mantan penggawa klub Belgia KAS Eupen tersebut akan merapat selepas proses naturalisasinya menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) kelar.

"Jordi akan menjadi bagian keluarga JDT dan jika semua proses mengenai paspornya selesai, Insya Allah dia akan bergabung dengan JDT dalam waktu dekat. Apa yang saya tahu ibunya berasal dari Makassar, Indonesia," ungkap Tunku Ismail dalam konferensi pers seperti dikutip dari Harian Metro, Selasa (28/6/2022).

Menurutnya, Jordi Amat adalah pemain yang berpengalaman yang layak direkrut. Sepak terjangnya di Eropa menjadikan pemain tersebut sebagai sosok yang dibutuhkan dalam tim khususnya untuk bersaing di level Asia.

Keputusan Timnas Indonesia untuk menaturalisasi Jordi Amar dianggapnya sudah tepat. Walau begitu, Tunku Ismail tetap akan menunggu kepastian status warga negara Jordi Amat.

Ia menegaskan, andai sudah mendapat paspor Indonesia, pemain berusia 30 tahun itu dipastikan segera gabung JDT.

"Apapun kita tunggu saja proses terkait dan berharap dia akan bergabung dengan JDT secepat mungkin," pungkas Tunku Ismail Sultan Ibrahim.

Sebelumnya rumor Jordi Amat gabung JDT menguat belakangan ini. Menyusul pengumuman klub yang baru saja melepas salah satu bek asingnya yakni Mauricio Dos Santos.

Dalam sebuah kesempatan, Jordi Amat pun mengaku mendapat tawaran dari salah satu klub elite Malaysia tersebut.

Namun, dirinya juga mendapat tawaran dari beberapa klub Jepang dan Spanyol. Ia pun berharap langkah yang diambilnya nanti menjadi keputusan tepat.

Sementara itu, proses naturalisasi Jordi Amat dan dua pemain keturunan Indonesia lain yakni Sandy Walsh dan Shayne Pattynama hingga kekinian masih diurus. Terakhir, dokumen ketiganya dikabarkan telah sampai ke DPR.

Load More