Bolatimes.com - Mengupas statistik antara Emil Audero Mulyadi dan Cyrus Margono, dua kiper keturunan Indonesia yang berkarier di Eropa.
Timnas Indonesia bisa saja diperkuat dua kiper keturunan yang kini tercatat berkarier di benua biru, yakni Emil Audero dan Cyrus Margono.
Emil Audero sendiri merupakan kiper yang baru berusia 25 tahun dan punya nama besar di kancah sepak bola Italia. Tercatat, dirinya merupakan kiper utama klub Serie A, Sampdoria.
Selain itu, Emil Audero juga diketahui merupakan kiper jebolan akademi Juventus dan sempat membela tim yang berjuluk Si Nyonya Tua itu.
Sedangkan Cyrus Margono merupakan kiper yang belum lama ini ramai diberitakan setelah dirinya disebut-sebut bersedia membela Timnas Indonesia.
Kiper yang baru berusia 19 tahun ini tercatat bermain untuk Panathinaikos B yang berkancah di Super League 2 atau kasta kedua sepak bola Yunani.
Ia baru bergabung pada tahun lalu setelah sempat membela tim seperti Denver Pioneers dan UK Wildcatsyang berasal dari tanah kelahirannya, yakni Amerika Serikat.
Kedua kiper ini pun digadang-gadang akan membela Timnas Indonesia. Hal ini tak lepas dari laporan yang beredar di media massa belakangan ini.
Emil Audero disebut tengah didekati oleh PSSI lewat agen yang akan mengajaknya makan malam dan mengajaknya untuk berseragam Timnas Indonesia.
Sedangkan Cyrus Margono secara tersirat menunjukkan dirinya ingin membela Timnas Indonesia sejak datang ke KBRI di Athena, Yunani.
Mengingat posisi kiper adalah posisi yang jarang mengalami rotasi, kira-kira siapakah yang pantas membela Timnas Indonesia di antara Emil Audero dan Cyrus Margono?
Untuk menjawabnya, tentu diperlukan bedah statistik keduanya semasa bermain. Berikut rangkumannya.
Bedah Statistik Emil Audero dan Cyrus Margono
Bila keduanya dibandingkan, Emil Audero jauh lebih berpengalaman ketimbang Cyrus Margono yang baru di tahun ini merasakan kompetisi di Eropa.
Dikutip dari laman Transfermarkt, Emil Audero tercatat telah tampil sebanyak 248 kali di Eropa terhitung sejak musim 2012-20213.
Selama bermain dengan total 248 penampilan itu, Emil Audero telah kebobolan 336 kali dan mencetak 66 Clean Sheets atau nirbobol.
Di musim ini, Emil Audero yang perlahan mulai tergeser oleh Wladimiro Falcone itu, telah tampil sebanyak 21 kali di berbagai ajang dengan kebobolan 39 kali dan mencatatkan dua Clean Sheets saja.
Catatan ini sejatinya tak terbilang apik. Namun, catatan ini bukanlah murni kesalahan kiper, melainkan juga peran bek tengah dan sistem suatu tim dalam bertahan.
Untuk menilai kualitas Emil Audero, perlu dilihat dari rataan Saves atau penyelamatan yang ia buat serta catatan lainnya.
Dilansir dari FBRef, catatan Clean Sheet Emil Audero berada di angka 21,2 persen saja dalam satu tahun terakhir. Namun, catatannya dalam penyelamatan penalti terbilang mumpuni, yakni sebesar 33,3 persen.
Di kancah Serie A selama 20 pertandingan, rata-rata Emil Audero melakukan penyelamatan sukses sebesar 62,9 persen dari 97 tembakan kearah gawang yang dihadapinya. Dari jumlah itu, tercatat rata-rata bola yang masuk ke gawangnya per 90 menit mencapai 1,9 gol.
Melihat dari persentase penyelamatan itu, Emil Audero berada di peringkat ke-17 dari 21 kiper yang bermain reguler di kancah Serie A musim ini.
Catatan ini tak terbilang buruk, mengingat Emil Audero berada di posisi ke-9 dari 38 kiper yang sering mendapat tembakan ke gawang di Serie A musim ini.
Lantas, bagaimana dengan Cyrus Margono? Hingga saat ini belum diketahui secara persis bagaimana statistic kiper kelahiran New York tersebut.
Terlebih di musim ini, ia belum pernah bermain untuk Panathinaikos B secara kompetitif. Tercatat ia hanya masuk dalam skuat dan sebanyak enam kali menjadi cadangan.
Meski demikian, Cyrus Margono punya kemiripan yang sama dengan Emil Audero, yakni postur tubuh mencapai 190 cm, kendati usianya jauh lebih muda enam tahun ketimbang kiper asal Sampdoria tersebut.
Apapun statistik yang ditampilkan keduanya, baik Emil Audero dan Cyrus Margono akan menjadi tambahan solid bagi Timnas Indonesia, jika melihat pengalaman keduanya di Eropa.
(Kontributor: Felix Indra Jaya)
Tag
Berita Terkait
-
Mees Hilgers Menghilang Saat FC Twente Digebuk Eliano Reijnders Dkk
-
Sassuolo: Dari Seluruh Keluarga Neroverde, Selamat Datang, Jay Idzes!
-
Justin Hubner: Saya Merasa Seperti Cristiano Ronaldo!
-
Jay Idzes Menuju Torino: Gaji Fantastis Menanti dan Rekor Sejarah Tercipta
-
Timnas Indonesia U-17 Siap Uji Nyali di Medan! Nova Arianto: Kami Sangat Butuh
-
Serie A Pangkas Gaji 25% Saat Degradasi: Nasib Jay Idzes di Venezia Terancam?
-
Timnas Indonesia U-17 Menuju Qatar: Piala Kemerdekaan 2025 Jadi Panggung untuk Eizar Jacob Cs
-
Son Heung-Min ke LAFC: Rekor Transfer MLS Pecah, Ancaman Baru Maarten Paes
-
Kebijakan Kontroversial FC Twente: Masa Depan Mees Hilgers Jadi Sorotan!
-
Masa Depan Jay Idzes Tergantung Kerja Davide Vagnati, Siapa Dia?
Terkini
-
Delapan Tangan Leo Navacchio: Rekor Gila di Pekan Pembuka BRI Super League
-
Rumput JIS Kembali Jadi Polemik: Kenapa Lapangan Rp2 Triliun Selalu Jadi Sorotan?
-
Persija Hancurkan Persita 4-0: Allano Menggila, Jakmania Ubah JIS Jadi Neraka
-
Sho Yamamoto dan Kodai Tanaka: Samurai Solo yang Bikin MU Mati Gaya
-
Senyum Kecut Johnny Jansen Pasca Bali United Gagal Kalahkan Persik
-
Duel Persija vs Persita: Debutan Membludak, Gol Seret, dan Rekor Head-to-Head Ketat!
-
Persik Kediri Turunkan Harga Tiket, Suporter Langsung Merapat: Termurah Cuma Rp35 Ribu
-
Timnas Putri U-17 Indonesia Siap Tempur di Grup C Kualifikasi Piala Asia AFC 2026
-
Reuni Eks Persib! Dewa vs Malut United, Laga Pembuka Sarat Nostalgia
-
Persib Bandung Bidik Hattrick Gelar dengan Darah Muda di BRI Super League 2025