Bolatimes.com - Shin Tae-yong mengukir tinta emas dengan membawa Timnas Indonesia ke final Piala AFF 2020. Ada sumbangsih lima sosok yang berjasa membantu pria asal Korea Selatan itu dalam keberhasilan ini.
Timnas Indonesia untuk pertama kalinya sejak lima tahun silam lolos ke partai final Piala AFF. Shin Tae-yong pun mengikuti rekam jejak Alfred Riedl sebagai pelatih asing terakhir yang membawa tim Merah Putih ke partai puncak.
Kepastian Indonesia melangkah ke final didapat setelah memenangi laga semifinal melawan Singapura yang berlangsung dua leg. Skuat Garuda mampu meraih kemenangan dengan agregat 5-3.
Di leg pertama, Indonesia hanya mampu bermain imbang 1-1 dengan Singapura. Namun di leg kedua, anak asuh Shin Tae-yong bermain menggila dan berhasil meraih kemenangan 4-2 atas tuan rumah.
Keberhasilan ini menjadi catatan manis bagi Shin Tae-yong yang telah menduduki jabatan sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia selama hampir dua tahun.
Dalam kurun waktu tersebut, Shin Tae-yong telah memimpin Timnas senior Indonesia selama 13 pertandingan di berbagai ajang dengan rekor tujuh kemenangan, tiga hasil imbang dan tiga kekalahan saja seperti yang dilansir dari Transfermarkt.
Apiknya catatan yang dibuat Shin Tae-yong tersebut pun tak hanya buah dari hasil kerja kerasnya sendiri. Terdapat beberapa nama yang juga bekerja di balik layar dan membantu pria berusia 51 tahun itu untuk membawa Garuda terbang tinggi.
1. Nova Arianto (Asisten Pelatih)
Nova Arianto menjadi salah satu sosok kunci di balik keberhasilan Shin Tae-yong membawa Timnas Indonesia berbicara banyak di ajang internasional.
Mantan bek Persib Bandung ini berstatus asisten pelatih yang membantu Shin Tae-yong dalam hal-hal yang berkaitan dengan permainan di lapangan.
Selain itu, figurnya begitu dihormati oleh para pemain muda Timnas Indonesia. Terlebih ia punya catatan apik saat menjadi asisten Indra Sjafri kala Timnas U-23 melangkah ke final SEA Games 2019.
2. Dzenan Radoncic (Asisten Pelatih)
Selain Nova Arianto, jabatan asisten pelatih juga dipegang oleh Dzenan Radoncic yang tak lain mantan anak asuh Shin Tae-yong di Seongnam Ilhwa.
Radoncic dikenal sebagai striker ulung saat bermain dengan membawa Seongnam Ilhwa menjadi juara Liga Champions Asia 2010.
Pengalamannya itu lah yang membuat Shin Tae-yong menariknya untuk membantu Timnas Indonesia dalam urusan mencetak gol.
3. Kim Bong-soo (Pelatih Kiper)
Salah satu peningkatan pesat di tubuh Indonesia adalah soal kualitas penjaga gawang. Di Timnas saat ini, terdapat empat penjaga gawang yang punya kualitas mumpuni.
Meningkatnya kualitas para kiper Timnas Indonesia tak lepas dari sosok Kim Bong-soo yang berstatus staf Shin Tae-yong sekaligus pelatih kiper.
Dalam metode melatih, Kim Bong-soo tak segan membanting kiper Timnas untuk melatih reflek mereka dalam mengawal gawang.
4. Shin Sang-gyu (Pelatih Fisik)
Timnas Indonesia arahan Shin Tae-yong saat ini dikenal memiliki fisik prima saat bermain. Meningkatnya kualitas fisik skuat Garuda tak lepas dari hadirnya sosok Shin Sang-gyu.
Shin Sang-gyu mampu meningkatkan fisik serta stamina para pemain Timnas Indonesia hingga bisa menerapkan strategi Pressing yang diterapkan oleh Shin Tae-yong.
Maka tak mengherankan, kala melawan Singapura kemarin Timnas Indonesia nampak tak kenal lelah berlari dan berduel kendati bermain selama 120 menit.
5. Jeong Seok-seo (Penerjemah)
Datang ke negara yang secara bahasa punya perbedaan sangat jauh membuat Shin Tae-yong terbantu dengan hadirnya penerjemah pada sosok Jeong Seok-seo.
Jeong Seok-seo bertugas menjadi penyambung lidah bagi Shin Tae-yong ke skuat Timnas Indonesia dan juga dalam memberikan pernyataan di media.
Tag
Berita Terkait
-
Mees Hilgers Menghilang Saat FC Twente Digebuk Eliano Reijnders Dkk
-
Sassuolo: Dari Seluruh Keluarga Neroverde, Selamat Datang, Jay Idzes!
-
Justin Hubner: Saya Merasa Seperti Cristiano Ronaldo!
-
Jay Idzes Menuju Torino: Gaji Fantastis Menanti dan Rekor Sejarah Tercipta
-
Timnas Indonesia U-17 Siap Uji Nyali di Medan! Nova Arianto: Kami Sangat Butuh
-
Serie A Pangkas Gaji 25% Saat Degradasi: Nasib Jay Idzes di Venezia Terancam?
-
Timnas Indonesia U-17 Menuju Qatar: Piala Kemerdekaan 2025 Jadi Panggung untuk Eizar Jacob Cs
-
Son Heung-Min ke LAFC: Rekor Transfer MLS Pecah, Ancaman Baru Maarten Paes
-
Kebijakan Kontroversial FC Twente: Masa Depan Mees Hilgers Jadi Sorotan!
-
Masa Depan Jay Idzes Tergantung Kerja Davide Vagnati, Siapa Dia?
Terkini
-
Delapan Tangan Leo Navacchio: Rekor Gila di Pekan Pembuka BRI Super League
-
Rumput JIS Kembali Jadi Polemik: Kenapa Lapangan Rp2 Triliun Selalu Jadi Sorotan?
-
Persija Hancurkan Persita 4-0: Allano Menggila, Jakmania Ubah JIS Jadi Neraka
-
Sho Yamamoto dan Kodai Tanaka: Samurai Solo yang Bikin MU Mati Gaya
-
Senyum Kecut Johnny Jansen Pasca Bali United Gagal Kalahkan Persik
-
Duel Persija vs Persita: Debutan Membludak, Gol Seret, dan Rekor Head-to-Head Ketat!
-
Persik Kediri Turunkan Harga Tiket, Suporter Langsung Merapat: Termurah Cuma Rp35 Ribu
-
Timnas Putri U-17 Indonesia Siap Tempur di Grup C Kualifikasi Piala Asia AFC 2026
-
Reuni Eks Persib! Dewa vs Malut United, Laga Pembuka Sarat Nostalgia
-
Persib Bandung Bidik Hattrick Gelar dengan Darah Muda di BRI Super League 2025