Bolatimes.com - Kadek Agung Widnyana Putra mendadak jadi buah bibir karena tampil gemilang saat Timnas Indonesia melawan Thailand pada lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022. Ia turut mencetak satu gol dalam laga yang berkesudahan seri 2-2.
Namun siapa sangka, Kadek Agung memiliki kisah pilu yang membuat dirinya nyaris pensiun dini dari dunia sepak bola. Pemain Bali United itu pernah terlibat kecelakaan parah sehingga harus istirahat selama satu tahun.
Insiden tersebut terjadi pada 2014 jelang Kadek mengikuti seleksi Timnas U-19 Indonesia era Indra Sjafri. Kala itu dia belum sempat menunjukan kemampuannya di depan Indra yang kini menjabat Direktur Teknik PSSI lantaran terlibat kecelakaan saat pulang sekolah.
Kadek menceritakan kecelakaan itu berlangsung sangat cepat hingga dirinya tidak sadarkan diri dan baru siuman ketika sudah mendapatkan pertolongan medis di rumah sakit.
“Iya, waktu 2014 saya mengalami kecelakaan sepeda motor, harus ada operasi tempurung kaki kiri yang retak, jadi istirahat satu tahun," kata Kadek dalam rilis PSSI.
"Beberapa waktu tidak sadar, saat dekat rumah tiba-tiba saya sudah tidak ingat lagi dan terbangun sudah di rumah sakit. Begitu tersadar, sudah banyak jahitan dan retak di tangan serta di dagu. Semua operasi pada waktu itu," kenangnya.
Kadek sempat berpikir bahwa kariernya di lapangan hijau mungkin sudah tamat akibat kecelakaan tersebut. Namun dia meyakinkan diri bahwa kesempatan mewujudkan cita-cita sejak kecilnya itu masih terbuka apabila terus bekerja keras.
“Orang tua waktu itu sudah menangis karena mereka tahu jika cita-cita saya ingin menjadi pemain sepakbola. Namun saya tidak putus asa, saya semangatkan diri sendiri, dan dengan tekad yang kuat," ungkap Kadek.
"Saya sembuh dan sedikit demi sedikit kembali bisa berlatih sepakbola. Butuh waktu satu tahun bagi saya untuk tidak bisa bermain sepak bola dan berjuang pulih kembali,” pungkas gelandang 22 tahun tersebut.
Setelah bekerja keras mengembalikan kondisi pasca setahun vakum bermain sepakbola, Kadek mendapat kesempatan menimba ilmu di tim junior Bali United.
Perlahan tapi pasti, dia kembali menata ulang mimpinya hingga kini dipanggil Shin Tae-yong untuk membela Timnas Indonesia.
Berita Terkait
-
Kiper Timnas Indonesia Emil Audero Kedatangan Rekan Baru, Eks AC Milan
-
Reza Arya Cetak Rekor 100 Laga, Bakal Geser Maarten Paes dan Emil Audero?
-
Mees Hilgers Menghilang Saat FC Twente Digebuk Eliano Reijnders Dkk
-
Jay Idzes Sah ke Sassuolo, Venezia Singgung Soal Profesionalisme
-
Sassuolo: Dari Seluruh Keluarga Neroverde, Selamat Datang, Jay Idzes!
-
Justin Hubner: Saya Merasa Seperti Cristiano Ronaldo!
-
Justin Hubner Bongkar Klub Indonesia yang Coba Goda Dirinya: Saya Tolak Lha!
-
Ada Cerita Lain yang Membuat Venezia Relakan Jay Idzes ke Sassuolo
-
Jay Idzes Menuju Torino: Gaji Fantastis Menanti dan Rekor Sejarah Tercipta
-
Mimpi Buruk Timnas Indonesia Bikin PSV Panen Cuan Rp37 Miliar
Terkini
-
Delapan Tangan Leo Navacchio: Rekor Gila di Pekan Pembuka BRI Super League
-
Reza Arya Cetak Rekor 100 Laga, Bakal Geser Maarten Paes dan Emil Audero?
-
Persib Incar Awal Musim Sempurna: Juara Liga dan Tembus Asia
-
Rumput JIS Kembali Jadi Polemik: Kenapa Lapangan Rp2 Triliun Selalu Jadi Sorotan?
-
Markas Persija Disindir Mantan: Stadion Bagus, Tapi Rumput Tak Ada yang Urus
-
Hari Ayah Paling Manis: Persija Menang Telak, Souza Kirim Ciuman untuk Putrinya
-
Persija Hancurkan Persita 4-0: Allano Menggila, Jakmania Ubah JIS Jadi Neraka
-
Sho Yamamoto dan Kodai Tanaka: Samurai Solo yang Bikin MU Mati Gaya
-
Senyum Kecut Johnny Jansen Pasca Bali United Gagal Kalahkan Persik
-
Kemenangan Perdana Persib: Hodak Senyum, Semen Padang Tertunduk