hitekno.com - Pelatih Timnas Indonesia U-16, Bima Sakti mengaku pihaknya memiliki pilihan tiga kota sebagai venue pemusatan latihan alias training camp (TC) skuat Garuda Asia. Tiga kota tersebut adalah Jakarta, Bekasi, dan Bogor.
TC sendiri rencananya akan digelar pada bulan depan. Namun, Bima Sakti mengaku masih berkomunikasi dengan PSSI soal rencana TC secara berkelompok dan bukan virtual ini.
"Rencananya TC di Jakarta. Tapi ada dua rencana lain juga, di Bogor atau Bekasi," kata Bima Sakti.
Mantan kapten Timnas Indonesia tersebut pun mengungkapkan, dirinya akan memanggil 24 pemain untuk mengikuti TC ini.
Muka-muka lama masih akan menjadi prioritas, namun tidak menutup kemungkinan ada pemain-pemain baru yang ikut serta. Pasalnya, Timnas Indonesia U-16 masih membutuhkan beberapa pemain kelahiran tahun 2004.
"Mungkin ada beberapa pemain yang terdaftar. Kami juga masih harus mencari pemain kelahiran tahun 2004," ujar Bima.
TC Timnas Indonesia U-16 ini sendiri dilakukan sebagai persiapan menghadapi ajang Piala Asia U-16 2020 di Bahrain pada 25 November - 12 Desember mendatang.
Tim Garuda Asia tergabung di Grup D bersama dengan tim-tim tangguh macam Jepang, Arab Saudi, serta China.
"Semoga kami bisa lolos ke fase berikutnya. Yang terpenting sekarang fokus dahulu di babak grup ini," pungkas Bima Sakti.
Terpopuler
-
Piala Dunia Wanita 2035 Jadi Fokus Utama Pembinaan MLSC di Semarang
-
Dapat Klub Baru, Bagaimana Nasib Mees Hilgers di Timnas Indonesia?
-
Yoshimi Ogawa Ungkap Kenapa Wasit Asing Tak Lagi Rutin di Super League 2026/2027
-
Asal-Usul Tenis Lapangan, Sejaran dan Perkembangannya hingga Sampai di Indonesia
-
Local Media Community: Masukan untuk Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
Terkini
-
Dapat Klub Baru, Bagaimana Nasib Mees Hilgers di Timnas Indonesia?
-
Delapan Tangan Leo Navacchio: Rekor Gila di Pekan Pembuka BRI Super League
-
Reza Arya Cetak Rekor 100 Laga, Bakal Geser Maarten Paes dan Emil Audero?
-
Persib Incar Awal Musim Sempurna: Juara Liga dan Tembus Asia
-
Rumput JIS Kembali Jadi Polemik: Kenapa Lapangan Rp2 Triliun Selalu Jadi Sorotan?