Minggu, 17 November 2019
Rauhanda Riyantama : Kamis, 07 November 2019 | 15:00 WIB

Bolatimes.com - Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, memastikan akan memecat Simon McMenemy sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia. Keputusan itu keluar usai ia bersama jajaran Komite Eksekutif alias Exco PSSI lainnya menggelar rapat pada Selasa (5/11/2019).

McMenemy yang sejatinya masih terikat kontrak dengan Timnas Indonesia hingga akhir tahun 2020, tentu akan mendapatkan kompensasi sebagai buah dari pemecatannya. Ya, PSSI tentu harus membayarkan pesangon pelatih berpaspor Skotlandia itu.

Iriawan sendiri mengaku tidak mempermasalahlan soal pembayaran pesangon tersebut. Demi prestasi Timnas Senior Indonesia, uang bukan masalah bagi mantan Kapolda Metro Jaya tersebut.

"Ya itu risiko (bayar pesangon), memang aturannya begitu. Ya kita pilih mana, prestasi atau uang, tentunya memilih prestasi. Karena ini mungkin maaf, kalau uang kita bisa cari kan? Jadi, prestasi ini kita kejar demi nama baik Indonesia," papar Iriawan di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Rabu (6/11/2019).

"Ya itu risiko kita, karena ada aturan dalam kontrak tersebut. Tentunya harus tindak lanjuti itu," jelas pria yang akrab disapa Iwan Bule itu.

Terkait berapa besaran nilai kompensasi buat McMenemy yang harus dibayarkan, PSSI tidak bisa menyebutkannya. Sebab, perilah kontrak ini adalah urusan personal yang tentunya bersifat rahasia.

"Nanti secara teknis kita pasti jelaskan, karena yang namanya kontrak pasti individu itu sifatnya konfidensial," timpal Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria.

McMenemy memang disebut masih akan menukangi skuat Garuda saat berhadapan dengan Malaysia. Ini dilakukan sambil menunggu kedatangan pelatih baru.

PSSI sendiri telah menyiapkan dua nama sebagai pengganti McMenemy, yakni Luis Milla Aspas yang sebelumnya memang pernah menukangi Timnas Indonesia, serta  pelatih asal Korea Selatan, Shin Thae-yong.

Namun, dua nama ini belum bisa datang cepat karena masih terikat kontrak dengan pekerjaan mereka masing-masing.