hitekno.com - Bek kiri klub utama Liga Belgia, Zulte Waregem, yakni Saldy Walsh santer dikabarkan berhasrat menjadi warga negara Indonesia (WNI). Namun hingga kini tak ada kabar terkait perkembangan proses naturalisasinya.
Usut punya usut ternyata pangkal permasalahannya ada di federasi sepak bola Indonesia alias PSSI.
Menurut Sesmenpora, Gatot S. Dewa Broto, pihak Menpora (Menteri Pemuda dan Olahraga) tidak menerima usulan dari PSSI untuk pengajuan naturalisasi.
Hal tersebut Gatot sampaikan melalui akun Twitter pribadinya, @gsdewabroto, ketika mendapat pertanyaan dari salah seorang netizen dengan nama akun, @hmerdianto.
"Sandy, usulan dari PSSI nggak ada," tegas Gatot, Jumat (27/9/2019).
Sandy Walsh lahir di Brussels, Belgia, 15 Maret 1995. Ia memiliki darah Indonesia yang berasal dari ibunya, Brigitta Portier, yang lahir dari orangtua asal Indonesia.
Keinginan Sandy Walsh untuk berseragam Timnas Indonesia sudah diketahui sejak setahun terakhir. Ia juga selalu menggunakan bahasa Indonesia dalam setiap unggahannya di Instagram pribadinya.
Sandy Walsh akan menjadi aset penting bagi Timnas Indonesia jika berhasil dinaturalisasi. Sebab, selain memiliki pengalaman berkarier di kompetisi Eropa, ia juga baru berusia 24 tahun.
Terpopuler
-
Roberto Mancini Targetkan Dua Trofi Juara untuk Timnas Italia
-
Mengintip Kekuatan Skuat Timor Leste Jelang Laga Kontra Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
-
Laba Bersih DIGI Melonjak 45,1 Persen, Arkadia Digital Media Perkuat Bisnis AI dan Jaga Fundamental Keuangan
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media Melonjak 45,1 Persen pada 2025, Sentuh Rp1,76 Miliar
-
8 Cara Menyiapkan Dana Darurat dengan Tepat untuk Kestabilan Keuangan
Terkini
-
Delapan Tangan Leo Navacchio: Rekor Gila di Pekan Pembuka BRI Super League
-
Reza Arya Cetak Rekor 100 Laga, Bakal Geser Maarten Paes dan Emil Audero?
-
Persib Incar Awal Musim Sempurna: Juara Liga dan Tembus Asia
-
Rumput JIS Kembali Jadi Polemik: Kenapa Lapangan Rp2 Triliun Selalu Jadi Sorotan?
-
Markas Persija Disindir Mantan: Stadion Bagus, Tapi Rumput Tak Ada yang Urus