bolatimes.com - PSMS Medan sejatinya tidak terlalu buruk dari segi penyerangan, mereka menjadi tim yang paling banyak menciptakan peluang di antara 17 tim lain sepanjang Liga 1 2018.
Dilansir bolatimes.com dari situr resmi Liga 1, PSMS Medan mencatatkan 178 tembakan ke gawang, catatan ini menjadi yang terbanyak di antara 17 tim lainnya sepanjang 34 pekan yang sudah dilalui.
PSMS Medan unggul dari tim-tim papan atas seperti Persebaya Surabaya (171 tembakan), Madura United (170 tembakan), PSM Makassar (157 tembakan), dan Persija Jakarta (157 tembakan).
178 tembakan ke gawang itu lahir dari 476 tembakan yang dilesatkan skuat Laskar Ayam Kinantan sepanjang Liga 1 2018, namun sayang hanya 50 gol yang bisa tercipta dari angka tembakan yang fantastis tersebut.
Ketajaman Legimin Raharjo cs itu dalam menciptakan peluang juga tidak diimbangi dengan lini pertahanan yang kuat, PSMS Medan jadi lumbung gol tim Liga 1 lainnya.
Gawang PSMS Medan yang dikawal Abdul Rohim dan Dhika Bhayangkara sudah kebobolan 70 gol. Dengan torehan 37 poin, PSMS Medan harus kembali turun kasta ke Liga 2 dengan status sebagai juru kunci Liga 1 2018.
Seperti yang diketahui, PSMS Medan dihajar PSM Makassar dengan skor telak 5-1 pada laga pamungkas Liga 1 di Stadion Andi Mattalatta Mattoangin, Makassar, Minggu (9/12/2018), hasil ini membuat mereka degradasi ke Liga 2 musim depan.
Terpopuler
-
Penyelamatan Gemilang Maarten Paes Raih Pujian dari Ajax Amsterdam
-
Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
-
Calvin Verdonk Cetak Sejarah Baru Dalam Skuad Liga Champions Eropa
-
Alasan Mees Hilgers Belum Diturunkan SC Heerenveen di Eredivisie
-
Piala Dunia Wanita 2035 Jadi Fokus Utama Pembinaan MLSC di Semarang
Terkini
-
Alasan Mees Hilgers Belum Diturunkan SC Heerenveen di Eredivisie
-
Dapat Klub Baru, Bagaimana Nasib Mees Hilgers di Timnas Indonesia?
-
Yoshimi Ogawa Ungkap Kenapa Wasit Asing Tak Lagi Rutin di Super League 2026/2027
-
Delapan Tangan Leo Navacchio: Rekor Gila di Pekan Pembuka BRI Super League
-
Reza Arya Cetak Rekor 100 Laga, Bakal Geser Maarten Paes dan Emil Audero?