Bolatimes.com - Nasib Luis Milla di Timnas Indonesia tengah berada di ujung tanduk. Kabar tersebut mencuat setelah pelatih asal Spanyol itu gagal memenuhi target PSSI, yakni membawa skuat Garuda Muda finis di babak empat besar Asian Games 2018.
Kegagalan itu membuat Luis Milla terancam terdepak. Selain kontraknya dikabarkan hanya sampai Asian Games 2018, gaji selangit yang diterima eks pemain Barcelona itu pun disebut sebagai faktor yang akan dipertimbangkan.
Hingga saat ini, Minggu (26/8/2018), PSSI pun belum mengambil sikap. Padahal tak lama lagi Indonesia akan dihadapkan even bergengsi antar negara Asia Tenggara, Piala AFF 2018, yang rencananya akan mulai bergulir pada 8 November 2018.
Andai Luis Milla ditendang, dengan waktu persiapan yang mepet untuk persiapan Piala AFF 2018, tentu PSSI wajib memilih pelatih yang tepat. Mengingat ajang tersebut sangat bergengsi dan masuk dalam agenda FIFA.
Untuk itu, berikut Bolatimes merangkum tiga opsi pelatih paling masuk akal untuk Timnas Indonesia di Piala AFF 2018.
1. Bima Sakti
Bima Sakti adalah asisten pelatih Luis Milla selama di Indonesia. Pelatih 42 tahun itu bisa menjadi opsi darurat andai Luis Milla tak diperpanjang PSSI.
Alasannya, Bima Sakti sudah bersama para pemain Timnas Indonesia U-23 yang tampil di Asian Games 2018. Sehari-hari dirinya bersama Luis Milla, tentu sedikit banyak ia menyerap ilmu dari pelatih asal Spanyol tersebut.
Kehadiran Bima Sakti tak akan mengubah banyak bentuk Timnas Indonesia yang telah dibangun hingga saat ini. Terlebih dirinya putra Indonesia dan mantan pemain Timnas Indonesia, ia bisa memiliki nilai lebih untuk memilih komposisi pemain terbaik.
2. Alfred Riedl
Alfred Riedl tentu bukan wajah baru bagi pecinta sepak bola Indonesia karena sempat memimpin skuat Garuda di tiga gelaran Piala AFF. Meski dirinya belum pernah mempersembahkan trofi untuk Indonesia, setidaknya skuat Garuda selalu tampil meyakinkan.
Pada Piala AFF 2010, pelatih asal Austria itu memimpin Irfan Bachdim Cs. Timnas Indonesia pun tampil garang dengan sempat mencukur Malaysia 5-1 di fase grup. Indonesia pun melangkah hingga partai final, sayangnya mereka tumbang dari Malaysia dengan agregat gol 2-4.
Berselang empat tahun, Riedl kembali menangani Indonesia. Namun, persiapan yang minim membuat skuat Garuda gagal total dan tidak mampu lolos dari fae grup.
Pada Piala AFF 2016, Alfred Riedl lagi-lagi menangani Timnas Indonesia. Skuat Garuda pun dibawanya melaju ke partai final. Sayangnya Indonesia kembali kalah setelah gugur dari Thailand di partai puncak.
Andai Luis Milla didepak, Alfred Riedl bisa menjadi opsi mengingat dirinya sudah hafal betul dengan sepak bola Indonesia dan saat ini dirinya masih menganggur.
Robert Rene Alberts salah satu pelatih asing di Liga 1 yang kiprahnya di panggung sepak bola nasional terbilang mentereng.
Selama di Indonesia, ia sempat membawa Arema menjuarai Liga 1 (ISL) 2009. Dan kini meski belum ada tim yang dibawa lagi meraih juara, pelatih asal Belanda ini selalu membuat tim yang dilatih berada di papan atas. Seperti halnya PSM Makassar pada Liga 1 musim 2017. Skuat Juku Eja berhasil finis di posisi tiga.
Robert Rene sudah sekitar sembilan tahun berada di Indonesia. Hal tersebut akan memudahkan dirinya untuk memilih pemain dan melakukan pendekat strategi yang tepat untuk karakter skuat Garuda.
Selain itu, pengalaman ketika menjadi Direktur Teknik Football Association of Malaysia (FAM), Penanggung jawab Progam Pendidikan Kepelatihan Sepak Bola Korea Football Federation (KFA), dan melatih berbagai klub Asia Tenggara (Home United, Kedah FA) akan membantu kinerja pelatih 63 tahun tersebut.
Tag
Berita Terkait
-
Mees Hilgers Menghilang Saat FC Twente Digebuk Eliano Reijnders Dkk
-
Sassuolo: Dari Seluruh Keluarga Neroverde, Selamat Datang, Jay Idzes!
-
Justin Hubner: Saya Merasa Seperti Cristiano Ronaldo!
-
Jay Idzes Menuju Torino: Gaji Fantastis Menanti dan Rekor Sejarah Tercipta
-
Timnas Indonesia U-17 Siap Uji Nyali di Medan! Nova Arianto: Kami Sangat Butuh
-
Serie A Pangkas Gaji 25% Saat Degradasi: Nasib Jay Idzes di Venezia Terancam?
-
Timnas Indonesia U-17 Menuju Qatar: Piala Kemerdekaan 2025 Jadi Panggung untuk Eizar Jacob Cs
-
Son Heung-Min ke LAFC: Rekor Transfer MLS Pecah, Ancaman Baru Maarten Paes
-
Kebijakan Kontroversial FC Twente: Masa Depan Mees Hilgers Jadi Sorotan!
-
Masa Depan Jay Idzes Tergantung Kerja Davide Vagnati, Siapa Dia?
Terkini
-
Delapan Tangan Leo Navacchio: Rekor Gila di Pekan Pembuka BRI Super League
-
Rumput JIS Kembali Jadi Polemik: Kenapa Lapangan Rp2 Triliun Selalu Jadi Sorotan?
-
Persija Hancurkan Persita 4-0: Allano Menggila, Jakmania Ubah JIS Jadi Neraka
-
Sho Yamamoto dan Kodai Tanaka: Samurai Solo yang Bikin MU Mati Gaya
-
Senyum Kecut Johnny Jansen Pasca Bali United Gagal Kalahkan Persik
-
Duel Persija vs Persita: Debutan Membludak, Gol Seret, dan Rekor Head-to-Head Ketat!
-
Persik Kediri Turunkan Harga Tiket, Suporter Langsung Merapat: Termurah Cuma Rp35 Ribu
-
Timnas Putri U-17 Indonesia Siap Tempur di Grup C Kualifikasi Piala Asia AFC 2026
-
Reuni Eks Persib! Dewa vs Malut United, Laga Pembuka Sarat Nostalgia
-
Persib Bandung Bidik Hattrick Gelar dengan Darah Muda di BRI Super League 2025