Kamis, 09 Februari 2023
Muhammad Ilham Baktora : Senin, 28 November 2022 | 11:16 WIB

Aktifkan Notifikasimu

Jadilah yang pertama menerima update berita penting dan informasi menarik lainnya.

Bolatimes.com - Matchday kedua di Piala Dunia 2022 yang mempertemukan Timnas Spanyol vs Jerman, diwarnai dengan aksi tutup mulut yang dilakukan sejumlah suporter. Tak hanya menutup mulut, mereka juga membawa poster mantan pemain Timnas Jerman, Mesut Ozil.

Pemain yang memiliki darah Turki ini berulang kali memberikan kontribusi untuk Jerman selama bertanding di ajang empat tahunan tersebut. Dalam 92 caps yang dia ikuti pemain 34 tahun itu telah mencatatkan 23 gol dan 40 assist untuk Der Panzer. Sayang pada usianya ke 29 tahun, Ozil tak lagi dilirik masuk ke skuad Timnas Jerman.

Banyak spekulasi yang menjelaskan terkait keputusan Jerman tak lagi menggunakan Ozil dalam pertandingan di Piala Dunia. Isu rasialisme menjadi pembahasan yang cukup tinggi mengingat Ozil kerap menyuarakan dukungan terkait pergerakan muslim, termasuk penindasan kaum Muslim Uighur.

Tak hanya itu, kekalahan Jerman pada 2018 menyeret nama Ozil sebagai kambing hitam. Ozil juga mendapat pelecehan rasialisme yang kala itu sempat berfoto bersama Presiden Turki, Reccep Tayyip Erdogan.

Bagi Ozil, hal itu sebenarnya tak perlu diperdebatkan oleh orang-orang Jerman. Namun banjir hujatan yang dia terima baik dari media hingga fans Jerman sendiri membulatkan tekadnya untuk menanggalkan seragam tersebut selamanya.

"Saya tak akan bermain lagi untuk Jerman di level internasional, sementara saya mendapatkan ujaran rasis dan tidak hormat," kata Ozil dikutip dari ESPN, Senin (28/11/2022).

Aksi Niclas Fullkrug cetak gol penyama kedudukan saat Jerman tahan imbang Spanyol 1-1 di Piala Dunia 2022. (AFP)

Ozil mengaku sangat bangga ketika bisa berseragam Jerman. Namun saat ini dirinya kecewa dengan serangan-serangan tak bermoral yang dia terima dan tak ada kebanggan lagi.

Bisa jadi, rasisme yang diterima Ozil ini menjadi penyulut para suporter di Piala Dunia 2022 saat Spanyol vs Jerman melakukan hal tersebut. Tak hanya itu, Jerman sendiri, mendukung LGBTQ dan sempat memberikan gestur tutup mulut ketika di laga perdananya melawan Jepang.

Hal itu tak lain karena sejak awal, Qatar sudah tegas menolak adanya kampanye LGBTQ. Bahkan dalam pembukaan pertandingan tersebut, brand amabassador Piala Dunia 2022, Ghanim Al-Muftah membacakan Surat Al-Hujurat ayat 13.

Di mana ayat tersebut memiliki makna bahwa Tuhan telah menciptakan manusia seorang laki-laki dan perempuan untuk menjadikan berbangsa-bangsa dan bersuku untuk saling mengenal.

Terlepas dari polemik tersebut, Jerman hanya membawa pulang 1 poin setelah bermain imbang dengan Timnas Spanyol di Stadion Al Bayt, Al Khor, pada Senin (28/11/2022) dini hari WIB.

Spanyol mencetak gol lebih dulu via Alvaro Morata pada menit ke-62. Namun, Jerman membalas lewat aksi Niclas Fullkrug menit ke-83.

BACA SELANJUTNYA

Insiden Pelemparan Bus Persis Solo Temui Titik Terang, Dua Oknum Suporter Diamankan