Husna Rahmayunita
Bek Jerman Antonio Ruediger memegang trofi Piala Konfederasi setelah mengalahkan Cile di final. (PATRIK STOLLARZ / AFP)

Bolatimes.com - Menjadi kompetisi antarnegara bergengsi pada masanya jelang digelarnya Piala Dunia, Piala Konfederasi atau FIFA Confederations Cup kini sudah tak terdengar lagi kabarnya.

Bermula dari ide mempertemukan juara tiap konfederasi dari para anggota FIFA, dan ini sudah muncul sejak lama. Trofeo Artemio Franchi jadi pertama, kemudian berlanjut ke Piala Raja Fahd dan FIFA sedikit memodifikasi.

Hingga akhirnya muncul Piala Konfederasi hasil desain ulang dari King Fahd Cup yang saat itu hanya digelar di Arab Saudi.

Sejak 1992, turnamen sudah digelar sebanyak 10 kali dan dikenal dengan nama Piala Konfederasi di tahun 1997.

Brasil menjadi tim yang paling sukses di ajang ini, sama seperti saat mereka berlaga di Piala Dunia dengan empat gelar.

Meski begitu Piala Konfederasi seolah lenyap ditelan waktu setelah kali terakhir digelar di Rusia, tepat sebelum Piala Dunia 2018.

FIFA memutuskan Piala Konfederasi tidak digelar kembali dan sempat merencanakan untuk mengganti dengan Piala Dunia Antarklub.

Selama empat tahun tak ada kabar dan justru menimbulkan pro-kontra, hingga muncul pandemi Covid-19 wacana kembali menggulirkan turnamen ini masih sebatas wacana.

Jelang Piala Dunia 2022 Qatar, FIFA sebenarnya sempat menggelar turnamen sampingan Piala Arab di Qatar.

Namun turnamen itu hanya sebatas diikuti negara-negara Arab dan Afrika serta Asia, selain itu levelnya tidak termasuk dalam FIFA Matchday.

Seiring dengan itu FIFA sudah banyak membuat kompetisi dan beberapa di antaranya merupakan pintu masuk ke Piala Dunia.

Kontributor: Eko Isdiyanto
Load More