Bolatimes.com - Di laga melawan Newcastle United, Chelsea masih terlihat memakai jersey lengkap dengan atribut sponsornya. Padahal pihak sponsor telah menangguhkan kontraknya dengan The Blues. Lantas mengapa mereka masih memakainya?
Chelsea untuk pertama kalinya bermain di laga kandang, Stamford Bridge, sejak pemerintah menjatuhkan sanksi terhadap sang pemilik, Roman Abramovich.
Dalam laga melawan Newcastle tersebut, Chelsea terlihat tampil penuh beban mengingat banyaknya sorotan negatif yang datang ke pihak klub.
Meski demikian, Chelsea tetap berhasil meraih tiga poin maksimal dengan mengalahkan Newcastle 1-0 lewat gol Kai Havertz di menit ke-89.
Pemain berusia 22 tahun itu berhasil mencetak gol indah dengan kontrol bola menawan sebelum melepaskan sepakan pelan terukur ke gawang yang dijaga Martin Dubravka.
Sontak gol itu menjadi perbincangan banyak orang, mengingat ketenangan serta olah bola yang menawan dari Kai Havertz.
Namun, gol itu bukan satu-satunya sorotan di laga ini. Beberapa pihak turut menyorot kehadiran sponsor di jersey utama Chelsea di laga itu.
Sebagaimana diketahui, Chelsea saat ini tengah ditangguhkan oleh dua sponsornya, yakni Three dan Hyundai, menyusul sanksi yang diberikan kepada Abramovich.
Meski kedua sponsor itu telah mengeluarkan pernyataan resmi menangguhkan kerjasamanya dengan Chelsea, tetap saja The Blues masih memakai atribut sponsor mereka di jersey utamanya.
Lantas apa yang membuat Chelsea masih menggunakan atribut sponsor di jerseynya itu?
Tak Punya Stok Kaos dan Uang
Usut punya usut, alasan Chelsea tetap menggunakan atribut sponsor tersebut dikarenakan The Blues tak punya uang untuk membuat jersey baru.
Sebagai informasi, karena dibekukannya aset yang dimiliki Abramovich, Chelsea pun harus menerima rekening mereka turut dibekukan.
Hal ini membuat pihak klub tak punya uang sama sekali untuk memesan jersey baru. Alih-alih memesan jersey, Chelsea bahkan mendapat batasan dana untuk menjalani laga tandang.
Petr Cech, selaku penasihat teknik Chelsea menyebutkan, bahwa saat ini pihak klub mengoperasikan klub di bawah lisensi dari pemerintah Inggris.
Karenanya ada batasan dana yang dipatok pemerintah melalui lisensi yang diberikan, Chelsea pun sulit untuk beroperasi selayaknya klub dengan keuangan yang sehat lainnya.
“Kam hanya fokus terhadap sesuatu yang bisa kami kontrol, membantu oran dan mempersiapkan pertandingan. Itu adalah hal yang hanya bisa kami kontrol saat ini,” ujar Petr Cech dikutip dari laman Independent.
“Kami harus mengakui bahwa kami menjalani hari demi hari bukan di tangan kami. Pembicaraannya tentang apakah kami bisa menyelesaikan musim ini.”
“Kami harap orang yang bekerja untuk klub mendapat bayaran dan menjalani hidup mereka dan bekerja. Tapi ini pertanyaan sulit karena saya tak tahu lisensi hariannya,” pungkasnya.
Karena adanya pembatasan dana dalam lisensi itu, beredar pula kabar bahwa Chelsea mau tak mau harus menjalani laga tandang menggunakan bus.
Pasalnya, pemerintah mematok dana laga tandang Chelsea hanya sebesar 20 ribu poundsterling (Rp373 juta ) saja.
Hal ini pun menjadi masalah baru bagi kubu Chelsea yang dalam sepekan ke depan harus menjalani laga tandang, masing-masing ke Lille (Prancis) di ajang Liga Champions dan Middlesbrough di ajang Piala FA.
(Kontributor: Vikal Pamungkas)
Tag
Berita Terkait
-
Grimsby Town Tantang Manchester United, Mimpi atau Bencana?
-
Chelsea Juara Dunia, Bonus Rp249 Miliar Mengalir ke Keluarga Jota
-
Nilai Transfer Rp875 Miliar, Ramsey Jadi Investasi Besar Newcastle United
-
Alejandro Garnacho Ancam Manchester United: Lepas ke Chelsea atau Saya Magabut
-
Alexander Isak Membangkang! Newcastle Asingkan Striker Rp3 T Itu Gegara Liverpool
-
Kata Benjamin Sesko Pasca Pindah ke Manchester United dengan Mahar Rp1,6 T
-
Chelsea Siap Lepas 8 Pemain: Bintang Muda hingga Veteran di Ambang Pintu Keluar
-
Otoritas Pajak AS Getok Chelsea Rp210 M Usai Juara Piala Dunia Antarklub
-
Enzo Maresca: Juara Piala Dunia Antarklub yang Gemar Catur
-
Magic Cole Palmer dan Kejeniusan Maresca Bikin PSG bak Tim Amatir
Terkini
-
Rahasia Gaji Ronaldinho di Barca Legends Dibongkar Eks Rekan Patrick Kluivert
-
Pesta Gol di Allianz Arena! Bayern Munich Bungkam Tottenham, Harry Kane Permalukan Mantan
-
Ronald Koeman Raih Penghargaan Tertinggi Eredivisie, Patrick Kluivert Gak Dapat?
-
Eks Pelatih FC Twente dan Pemain Keturunan Ditahan Kasus Pelecehan Seksual
-
Air Mata Jose Mourinho untuk Jorge Costa
-
Son Heung-Min ke LAFC: Rekor Transfer MLS Pecah, Ancaman Baru Maarten Paes
-
Kevin Diks Pemimpin Baru Gladbach? Hattrick Trofi dan Penalti Dingin Curi Perhatian
-
Geger! Bodyguard Messi, Yassine Cheuko Kena Banned Gegara Insiden Panas
-
Detik-detik Lionel Messi Terkapar, Pelatih Inter Miami Ungkap Kondisi La Pulga
-
Pantas Diganti Shin Tae-yong! Laga Terakhir Lawan Suwon FC, Kim Pan Gon Gagal Bawa Ulsan Menang