Irwan Febri Rialdi
Aksi Bagus Kahfi saat Timnas Indonesia U-23 berhadapan dengan Australia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2022 di Republican Central Stadium Dushanbe, Tajikistan, Selasa (26/10/2021) malam WIB. (Dok. PSSI)

Bolatimes.com - Menguasai teknik mengontrol bola merupakan salah satu keterampilan mendasar yang harus dikuasai dalam permainan sepak bola.

Teknik mengontrol bola menjadi aspek penting yang wajib dipahami karena berkaitan dengan cara seorang pemain menerima bola.

Momen ini biasa terjadi ketika pemain tersebut menerima bola, baik dari operan rekan setimnya, atau saat merebut bola. Sehingga, bola harus bisa dihentikan dengan baik agar mudah dikuasai. 

Baca Juga:
Ranking Terbaru BWF: Kevin/Marcus Masih Nomor 1, Ginting Masuk Lima Besar

Selain itu, teknik mengontrol bola bisa sangat bermanfaat bagi sebuah tim untuk mengatur tempo permainan, memudahkan untuk memulai eksekusi strategi, dan mendistribusikan bola ke rekan setimnya. Itulah mengapa, teknik kontrol bola menjadi penting untuk dikuasai.

Berikut Bolatimes.com menyajikan jenis-jenis dan teknik dasar mengontrol bola dalam permainan sepak bola.

Jenis Teknik Kontrol Bola

Baca Juga:
Akhiri Kelaparan Dunia, Jake Paul Minta Elon Musk Sumbang Rp 85 Triliun

Apabila diklasifikasikan berdasarkan arah datangnya bola, teknik mengontrol bisa dibagi menjadi dua jenis, yaitu bola datar dan lambung.

Jika bola yang datang merupakan bola datar alias bergulir di atas tanah, cara menghentikannya bisa menggunakan telapak kaki, kaki bagian dalam, luar, ataupun punggung kaki.

Sementara jika bola yang datang berasal dari bola lambung, cara menerimanya bisa dilakukan dengan secara lebih bervariasi.

Baca Juga:
Unai Emery Akui Diincar Newcastle United, Tapi Belum Ada Pinangan

Sebab, selain menggunakan kaki, yakni bagian dalam, kaki bagian luar, ataupun punggung kaki, caranya menghentikannya juga bisa menggunakan paha, dada, ataupun kepala.

Teknik Dasar Kontrol Bola

Setidaknya, terdapat dua cara utama dalam mengontrol bola. Yang pertama ialah menggunakan kaki bagian dalam. Adapun yang kedua menggunakan kaki bagian luar.

Baca Juga:
Egy Maulana Vikri Sumbang Dua Assist, IG FK Senica Digeruduk

Teknik Dasar Kontrol Bola

Setidaknya, kontrol bola dibagi menjadi dua cara, yakni menggunakan kaki bagian dalam dan luar. Untuk memahami teknik dasar dalam mengontrol bola, berikut penjelasan dan tata caranya. 

Kaki bagian dalam

Untuk mengontrol bola menggunakan kaki bagian dalam, pergelangan kaki harus diputar keluar agar kaki bagian dalam menjadi sisi yang menerima kontak dengan bola.

Pertama, pemain harus menghadap ke arah datangnya bola dan memperhatikan arah gerakan bola tersebut.

Kemudian, pergelangan kaki yang digunakan untuk menahan bola harus diputar ke arah luar, sehingga kaki bagian dalam yang akan menerima kontak dengan bola.

Saat bola sudah hampir mendekat, kaki dijulurkan untuk menyambut datangnya bola. Setelah sudah bersentuhan dengan bola, kaki ditarik kembali ke belakang mengikuti arah bola.

Gerakan menarik kaki ini bertujuan untuk menahan laju bola agar bisa berhenti di dekat pemain dan tidak memantul terlalu jauh.

Kaki bagian luar

Kaki bagian luar juga bisa digunakan untuk mengontrol bola, selain cara yang dijelaskan sebelumnya yang menggunakan kaki bagian dalam.

Sebetulnya, tak ada perbedaan mencolok dalam menggunakan kaki bagian luar untuk mengontrol bola. Sebab, yang membedakan hanyalah pergelangan kaki yang digunakan untuk menahan bola.

Saat menggunakan kaki bagian luar dalam mengontrol bola, maka pergelangan kaki diputar ke arah dalam. Berikut langkah-langkahnya.

Pertama, pemain harus menghadap ke arah datangnya bola dan memperhatikan arah gerakan bola tersebut.

Kemudian, pergelangan kaki yang digunakan untuk menahan bola harus diputar ke arah dalam, sehingga kaki bagian luar yang akan menerima kontak dengan bola.

Saat bola sudah dekat, kaki dijulurkan untuk menyambut datangnya bola. Setelah sudah bersentuhan dengan bola, kaki ditarik kembali ke belakang mengikuti arah bola.

Gerakan menarik kaki ini bertujuan untuk menahan laju bola agar bisa berhenti di depan badan dan tidak memantul terlalu jauh.

Kontributor: Muh Adif Setyawan
Load More